Akurat

Sepekan ETF Bitcoin Disetujui, Kripto Ditaksir Masih Berpeluang Menghijau

M. Rahman | 18 Januari 2024, 17:25 WIB
Sepekan ETF Bitcoin Disetujui, Kripto Ditaksir Masih Berpeluang Menghijau

AKURAT.CO ETF bitcoin telah disetujui SEC AS pada pekan lalu. Artinya sudah genap sepakan dinamika kripto diwarnai sentimen positif persetujuan ETF bitcoin tersebut. Lalu bagaimana prospek kripto ke depan, akankah masih menghijau?

Melansir Coinmarketcap pada 18 Januari 2023 pukul 08.00 WIB, bitcoin terkoreksi 8,47% dalam sepekan, mendorong Bitcoin berada di level USD42.654 atau setara Rp666 juta (asumsi kurs Rp 15.630 per dolar AS).

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur melihat dalam dampak jangka pendek persetujuan ini turut memperngaruhi terhadap volatilitas harga Bitcoin. Fyqieh mengutarakan kekhawatirannya tentang potensi reaksi sell the news di pasar Bitcoin.

Menurutnya, pasar mungkin membutuhkan waktu untuk mengkonsolidasikan keuntungan setelah pengumuman penting seperti persetujuan ETF.

Baca Juga: Bikin Pasar Kripto Panen, Apa Itu ETF Bitcoin?

"Pasar Bitcoin saat ini masih memberikan sinyal bearish. Persetujuan ETF oleh SEC membuka
jalan bagi lebih banyak investor institusional, tetapi kita juga harus waspada terhadap volatilitas yang bisa terjadi sebagai reaksi pasar. Konsolidasi harga saat ini bisa menjadi momen penting sebelum kita melihat pergerakan besar berikutnya," ujarnya dikutip Kamis (18/1/2024).

Menurut Fyqieh masih ada tren sideways dan prospek kenaikan ke depan. Meskipun harga bitcoin cenderung menurun setelah lonjakan awal, masih ada kemungkinan tren naik. Analisis terkini menunjukkan bahwa BTC sedang menuju ke zona permintaan yang penting, yang bisa menjadi titik balik bagi tren harga selanjutnya.

Baru-baru ini terdapat penurunan drastis dalam volatilitas harga Bitcoin. Harga cenderung
datar, bergerak di sekitar level support USD41.600. Kondisi ini diikuti oleh konsolidasi di sekitar level tersebut, yang berpotensi memicu kenaikan signifikan bila terjadi pemantulan harga dari area support ini.

"Likuiditas BTC masih mungkin menuju USD40.000, dan akan menimbulkan reaksi berantai di seluruh pasar, FUD, sentimen negatif dan semacamnya. Bitcoin diperkirakan bakal berlabuh paling rendah di angka USD38.500. Dari sana, kemudian harga akan mengalami rebound ke angka USD39.000 hingga USD43.000. Meskipun ada antisipasi akan koreksi pasar, tapi optimis peluang beli yang ada," jelas Fyqieh.

Fyqieh menyambut baik keputusan SEC dan melihatnya sebagai pendorong bagi adopsi bitcoin yang lebih luas. Namun, dia juga menyadari bahwa mencapai adopsi luas mungkin memerlukan waktu lebih lama.

Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Federal Reserve di akhir
Januari mendatang, Fyqieh memprediksi pasar Bitcoin akan menjadi lebih aktif. Selain itu,
komunitas kripto juga menantikan peristiwa halving Bitcoin yang diharapkan akan memberikan dampak signifikan terhadap harga.

Senada, Chief Compliance Officer (CCO) Reku sekaligus Ketua Umum Aspakrindo-ABI, Robby mengaku optimis antusiasme investor terhadap aset kripto masih tinggi. Saat ini investor memang cenderung masih wait and see terhadap perkembangan ekonomi di Amerika Serikat. 

Dari sisi makroekonomi, inflasi di Amerika Serikat mengalami kenaikan pada level 3,4%, atau lebih tinggi 0,3% dari inflasi Desember 2023 lalu. Kenaikan ini di atas ekspektasi ekonom di angka 3,1%. Perkembangan yang di luar dugaan tersebut turut meningkatkan kewaspadaan para investor di instrumen berisiko tinggi seperti aset kripto.

"Walau demikian, potensi untuk menghijau masih terbuka. Sehingga baiknya kita memantau
kondisi pasar selagi melanjutkan berinvestasi," ungkap Robby.

Robby menambahkan, adopsi ETF bitcoin Spot merupakan game-changer dalam mendorong
antusiasme investor. "ETF bitcoin Spot membuka potensi masuknya investor tradisional ke
pasar kripto melalui bitcoin. Ini dapat mendorong aliran dana yang semakin besar, bukan
hanya dari investor ritel, namun juga investor institusi," imbuh Robby.

Sementara pegiat bitcoin dan Content Creator Coinveritas, Pratiwi Gunawan menilai saat ini merupakan momentum untuk berinvestasi bitcoin dengan harga yang masih terbilang terjangkau sebelum potensi kenaikan di masa mendatang.

Analis bitcoin dan Content Creator KonsultanBTC, Hendry Mualim melihat tahun 2024 sebagai era baru untuk bitcoin. Kehadiran perusahaan besar seperti BlackRock dan Fidelity membuat Bitcoin patut dipertimbangkan oleh para investor maupun manajer aset lainnya.

"Momentum ETF bitcoin Spot turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap
bitcoin. Sehingga ini diharapkan bisa meningkatkan minat investor pemula untuk memulai
berinvestasi kripto. Sementara bagi investor berpengalaman, kondisi yang tengah terkoreksi
seperti saat ini dapat dimanfaatkan untuk buy the dip, selagi memantau kondisi pasar
kembali menghijau," kata Hendry.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa