Akurat

Outlook Kripto 2024: Menadah Cuan dari Halving Bitcoin

M. Rahman | 15 Desember 2023, 18:58 WIB
Outlook Kripto 2024: Menadah Cuan dari Halving Bitcoin

AKURAT.CO Prospek industri kripto di tahun 2024 dinilai cerah karena adanya momen halving bitcoin. Selain itu, potensi pertumbuhan aset kripto sebagai alternatif investasi masyarakat juga dinilai masih besar.

CCO Reku sekaligus Ketua Umum Aspakrindo - ABI Robby mengatakan di tahun 2024, kondisi pasar kripto akan semakin menarik dengan adanya halving bitcoin. Oleh karenanya Reku turut mengajak masyarakat untuk melebarkan pilihan diversifikasi investasi ke instrumen yang berpeluang positif tak terkecuali kripto.

Sepanjang 2023, pasar kripto terus menunjukkan tren positif. Bitcoin misalnya, menjadi salah satu aset terpopluer dan mencatatkan kenaikan harga hingga 175% sejak Januari 2023 lalu.

Baca Juga: Kaleidoskop Kripto 2023: Ditopang Regulasi Yang Adaptif dan Dinamis

"Di 2023, Reku mencatat pertumbuhan volume transaksi jual beli kripto sebanyak dua kali lipat. Ini memperkuat posisi Relu sebagai tip 3 platform exchange di Indonesia. Menatap tahun 2024, kami sangat optimistis," kata Robby di Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Sementara itu, jumlah pelanggan aset kripto menurut catatan Bappebti juga terus tumbuh rata-rata 437,9 ribu pengguna terdaftar per bulan sejak Februari 2021. Tercatat hingga November 2023 pengguna terdaftar aset kripto mencapai 18,25 juta.

Diketahui, Bitcoin Halving lazimnya akan terjadi pada awal tahun 2024. Pasokan koin yang dirilis diperkirakan akan senilai 1.312.500 BTC dengan imbalan (reward) para mining yang akan dikurangi menjadi 3,125 BTC.

Bitcoin Halving Day sendiri merupakan masa yang ditunggu investor bitcoin selama 4 tahun sekali. Dalam masa ini, imbalan atas penambangan kripto akan dipotong setengahnya.

Hal ini membatasi pasokan bitcoin - yang hanya akan ada 21 juta koin. Sedikitnya pasokan dan banyaknya permintaan ini lah yang sering kali menjadi faktor di balik reli baru.

Mengacu pada tren historikalnya, Bitcoin sudah mengalami tiga kali halving. Halving pertama terjadi pada 28 November 2012, di mana imbalan penambang yang awalnya 50 BTC merosot menjadi 25 BTC.

Selanjutnya, di halving kedua terjadi pada 9 Juli 2016 ketika block reward dipotong dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC. Terakhir, halving bitcoin terjadi pada 11 Mei 2020 lalu, yakni dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa