Akurat

Getol Restrukturisasi Utang, Ini Fokus Bisnis Bakrie and Brothers (BNBR) ke Depan

Yosi Winosa | 9 Desember 2023, 20:05 WIB
Getol Restrukturisasi Utang, Ini Fokus Bisnis Bakrie and Brothers (BNBR) ke Depan

AKURAT.CO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terus menggenjot bisnis baru seperti energi berkelanjutan usai menyehatkan neraca keuangannya lewat restrukturisasi utang.

Sekretaris Perusahaan BNBR, Christofer Alexander Uktolseja mengatakan selain fokus pada 2 bisnis utama yang menjadi sumber utama cashflow perusahaan saat ini (Bakrie Metal Industries dan Bakrie Pipe Industries), perusahaan akan terus mencari revenue stream baru salah satunya mobil listrik.

Perusahaan lewat entitas kendaraan listriknya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melihat bakal terjadi inflection point di pasar mobil listrik dengan rencana elektrifikasi 10 ribu unit bus Transjakarta di 2030. 

Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng Entitas Grup Bakrie Kebut Transisi EV RI

Tak hanya beroperasi di Jakarta, VKTR juga bakal menjajaki bus listrik di daerah lain termasuk di IKN.

"Saat ini VKTR mengoperasikan 52 unit bus listrik. Tahun 2024 diharapkan VKTR bisa merampungkan pabrik bus dan truck listrik yang mampu menyuplai kebutuhan pasar dengan tingkat TKDN yang baik untuk segmen B2G," kata Christofer dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (9/12/2023).

Selain itu, perusahaan melalui entitas energi solarnya, Helio juga ke depan akan menggandeng PLN meski saat ini masih fokus pada captive market di Grup Bakrie. Animo negara lain dalam membantu Indonesia mengembangkan energi solar juga begitu besar, sehingga perseroan punya ambisi untuk menggabungkan wind energy dan gas energy yang dimiliki oleh salah satu entitas Grup Bakrie lainnya.

Lalu, perusahaan lewat entitas percetakan 3Dnya, Modula juga membidik pasar low income housing demi menekan backlog dengan cara yang lebih modern dan berkelanjutan. Bisnis tersebut dinilai least time dan least cost.

"Dengan postur neraca yang lebih sehat, kita bisa berkembang ke depannya," ucap Christofer.

Restrukturisasi Utang

BNBR pada awal Desember 2023 juga baru merampungkan restruktrurisasi utang sebesar Rp13,2 trilun kepada Glencore International AG dengan cara melepas Fitzroy Offshore ltd.

Caranya, Glencore terlebih dahulu mengalihkan piutangdi BNBR ke Telopea Invesment Ltd. Lalu BNBR menyerahkan invetasinya pada Fitzroy Offshore ltd.

Sebelumnya lagi pada akhir November 2023, BNBR juga membayar utang senilai Rp6,369 triliun dengan cara menerbitkan Obligasi Wajib Konversi atau OWK sebanyak 99.527.840.300 saham seri E dengan harga pelaksanaan Rp64 per lembar pada tanggal 30 November 2023.

OWK tersebut diserap oleh Levoca Enterprise Ltd, Port Fraser International Ltd, dan PT Prima Elok Makmur.

Usai restrukturisasi atau pengurangan utang, neraca atau balance sheet perseroan menjadi lebih sehat, dimana aset tercatat Rp7 triliun, kas Rp1 triliun, dan ekuitas bersih Rp2,63 triliun. 

Diketahui, pada kuartal III-2023, pendapatan bersih atau net income BNBR mencapai Rp3,079 triliun, naik sebesar 32% dibandingkan tahun sebelumnya (2022). Searah, EBITDA juga naik 81% dari periode tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp274 miliar.

"Dengan adanya penguatkan dari sisi balance sheet, kami dapat berfokus kepada growth story ke depannya," kata Christofer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa