AKURAT.CO - Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan kasus nasabah pinjaman online (pinjol) yang meregang nyawa. Kasus tersebut berawal dari tersebarnya komentar anggota keluarga yang diduga menjadi korban teror mengerikan dari debt collector (DC) pinjol AdaKami.
AdaKami sendiri merupakan platform pinjaman online yang berdiri sejak tahun 2018 dengan klaim telah mendapat izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan performa 3,73 juta pengguna/peminjam dan Rp27,8 triliun pinjaman yang diberikan, AdaKami bahkan mencatat laba sebesar Rp393 miliar pada 2022 lalu.
Berikut ini sederet kontroversi mengenai pinjol AdaKami yang tengah viral saat ini.
1. Meneror para nasabah
Saat ini tengah viral di media sosial, para debt collector (DC) dari platform pinjol AdaKami yang meneror para nasabahnya bahkan hingga 30 kali dalam sehari. Tidak hanya berupa makian, para DC juga tidak segan untuk mengancam para nasabah. Bahkan diduga terdapat korban yang mengakhiri hidupnya akibat teror yang ditujukan terus menerus kepadanya
2. Biaya layanan tinggi
Para nasabah AdaKami juga banyak yang mengeluhkan biaya layanan yang tinggi dengan bunga pinjaman hingga mencapai 100 persen. Hal tersebut justru bertolak belakang dengan deretan iklan yang disampaikan oleh pihak AdaKami yang mengklaim bahwa pinjaman dari mereka memiliki bunga yang rendah.
3. Sosok di balik pinjol AdaKami
Ramainya kasus tersebut, sosok dibalik pinjol AdaKami juga turut dihujat oleh netizen di media sosial. Bernardino Moningka Vega adalah seorang direktur utama dari platform pinjol AdaKami. Tidak hanya itu, CEO GoTo, Patrick Waluyo juga diketahui menjadi salah satu investor di platform pinjol AdaKami.
4. OJK turun tangan
Menanggapi keluhan dari para netizen di media sosial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya berencana memanggil pihak AdaKami untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas teror hingga berujung kematian tersebut. Pihak OJK mengaku masih mendalami kasus tersebut.
5. Kronologi kasus
Kasus pinjol AdaKami berawal dari korban yang diduga tidak mampu membayar tagihan sebesar Rp19 juta dari uang pinjamannya sebesar Rp9,4 juta. Kemudian Debt Collector yang diduga dari AdaKami meneror korban dengan menghubungi telpon kantornya hingga berakhir korban dipecat. Setelah itu, korban didatangi oleh 5 sampai 6 driver ojol per hari yang merupakan teror order makanan fiktif. Diduga tidak kuat dengan teror yang tidak berujung, korban akhirnya menghabiskan nyawanya sendiri pada Mei 2023 lalu.
Dari kasus tersebut banyak netizen yang menyuarakan tentang kekejaman DC AdaKami. Hal tersebut berujung pada pengiriman karangan bunga bertuliskan 'Turut Berduka Cita' ke CEO platform pinjol AdaKami sebagai bentuk amarah dari nasabahnya.
6. Klarifikasi AdaKami
AdaKami sempat memberi klasifikasinya lewat konferensi pers yang dilakukan pada Jumat, (22/09/2023) lalu. Klarifikasi tersebut berupa:
- Mereka masih berusaha mencari data korban atau keluarganya untuk diinvestigasi
- DC mereka sudah tersertifikasi dan mempunyai SOP, bila terbukti dilanggar maka akan di-PHK
- Biaya layanan yang diajukan relatif tinggi karena termasuk biaya teknologi, asuransi, dan operasional.