Menkeu Purbaya Pastikan Program Pemerintah Tak Bebani Fiskal

AKURAT.CO Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjaga disiplin fiskal di tengah sorotan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai berpotensi membebani anggaran negara.
Purbaya menyebut, kekhawatiran Moody’s salah satunya terkait dengan keberlanjutan fiskal dan efektivitas belanja pemerintah. Karena itu, Kementerian Keuangan akan mengawal penyaluran anggaran agar seluruh program berjalan tepat sasaran.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kami pastikan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat.
Baca Juga: Menkeu Yakin Fundamental Ekonomi RI Redam Keraguan Moody’s
Ia mengungkapkan telah memperoleh persetujuan DPR untuk meninjau kembali anggaran kementerian dan lembaga lain. Dengan kewenangan tersebut, bendahara negara memiliki ruang lebih luas untuk mengoreksi alokasi anggaran program yang dinilai kurang optimal.
Menurut Purbaya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga defisit APBN tetap terkendali, sekaligus memastikan belanja negara benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi.
Secara umum, pelaksanaan APBN disebut bergerak ke arah yang positif. Purbaya menilai posisi defisit Indonesia relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara sejawat, sehingga risiko terhadap stabilitas fiskal dapat ditekan.
Sebelumnya, Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, namun menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif.
Dalam laporannya, Moody’s menekankan pentingnya prediktabilitas kebijakan, komunikasi publik, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga.
Moody’s juga menyoroti perlunya penguatan basis penerimaan negara guna mendukung belanja prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah akan tetap fokus memperbaiki fundamental ekonomi dan menjaga tata kelola fiskal yang prudent.
“Saya akan fokus memperbaiki fundamental ekonomi saja,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









