Akurat

Dukung Inovasi Mahasiswa, Binus dan PINTU Perkuat Pembelajaran Kripto

Demi Ermansyah | 11 Desember 2025, 21:09 WIB
Dukung Inovasi Mahasiswa, Binus dan PINTU Perkuat Pembelajaran Kripto

 

AKURAT.CO Komitmen Universitas Bina Nusantara (Binus) memperkuat literasi aset digital semakin nyata melalui kolaborasi dengan PT Pintu Kemana Saja (PINTU) dan Investortrust.id dalam program “Pintu Goes to Campus”.

Acara bertema “Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir” ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai fakultas.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan OJK, akademisi, praktisi, hingga pelaku industri kripto. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting di tengah meningkatnya minat anak muda terhadap aset digital.

Baca Juga: OJK Soroti Pentingnya Literasi Kripto, PINTU Gandeng Binus Edukasi 200 Mahasiswa

Dosen dari Universitas Binus, Dr. Hugo Prasetyo, menyebutkan bahwa kampus telah menyiapkan struktur pembelajaran yang mendukung pemahaman komprehensif mengenai kripto.

“Binus memiliki kurikulum terintegrasi. Yang berminat belajar crypto bisa masuk ke blockchain, coding, hingga departemen keuangan. Kami juga memiliki Beehive, laboratorium cryptocurrency yang menjadi pusat diskusi kritis,” jelasnya.

Ia menegaskan Binus ingin membangun ekosistem di mana mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan creator dan innovator.

“Lewat komunitas seperti Binus Blockchain dan Crypto Club, mahasiswa bisa mengembangkan riset dan inovasi,” tambah Hugo.

Di sisi industri, CMO PINTU, Timothius Martin mengapresiasi peran kampus dalam menyambut pertumbuhan ekonomi digital.

“Kami berharap pengetahuan mengenai manfaat dan risiko aset kripto dapat menjadi bekal yang kuat sebelum mahasiswa memulai investasi. Kami juga siap memperluas program edukasi bersama regulator,” kata Timo.

Baca Juga: PINTU Gandeng Tiket.com Perluas Edukasi Kripto ke Berbagai Industri

Pertumbuhan industri kripto sendiri semakin pesat. Berdasarkan laporan CoinLaw, pengguna kripto global mencapai 580 juta pada 2025, meningkat 34% dibanding tahun sebelumnya, dengan mayoritas berasal dari usia muda.

“Ini kesempatan sekaligus tantangan bagi Indonesia yang memiliki bonus demografi. Edukasi adalah fondasi agar generasi muda menggunakan aset kripto secara aman,” tutup Timo.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.