Tak Perlu Aturan Baru, OJK Siap Perpanjang Restrukturisasi KUR

AKURAT.CO Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengungkapkan bahwa perpanjangan restrukturisasi kredit untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak memerlukan adanya Peraturan OJK (POJK) baru.
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, aturan yang berlaku saat ini sudah memadai untuk perpanjangan restrukturisasi KUR dalam kondisi normal. Peraturan yang dimaksud adalah POJK Nomor 40 Tahun 2019, yang menurutnya sudah mencakup ketentuan untuk memberikan relaksasi kepada debitur yang memiliki prospek baik.
"Aturan yang ada dalam POJK Nomor 40 Tahun 2019 sudah cukup untuk memberikan relaksasi kepada debitor dengan potensi dan prospek yang tetap baik," jelasnya di Senayan JCC, Jakarta pada Kamis (1/7/2024).
Baca Juga: Pemerintah Kaji Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19
Kemudian, Mahendra menjelaskan bahwa meskipun tidak diperlukan peraturan baru, pelaksanaan perpanjangan restrukturisasi KUR harus diselaraskan dengan keputusan pemerintah mengenai kriteria penerima relaksasi.
"Detail mengenai periode pelaksanaan dan kriteria penerima relaksasi akan ditentukan oleh pemerintah. OJK akan berfokus pada pengaturan dan kesiapan masing-masing bank untuk mekanisme ini," imbuhnya.
Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koperasi dan UMKM sedang memfinalisasi kriteria untuk penerima relaksasi.
"Kami di OJK hanya akan memastikan bahwa pengaturan yang ada berjalan dengan baik dan bank-bank siap untuk menjalankan mekanisme restrukturisasi ini. Ini adalah proses yang sudah biasa kami jalani," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









