Akurat

Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim Senilai Rp1,16 Triliun

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 9 Februari 2026, 16:55 WIB
Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim Senilai Rp1,16 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing. 

“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Dody, Senin (9/2/2026).

Pembangunan permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 dilaksanakan di 5 Lokasi, yaitu Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, Jombang, serta Kota Surabaya. Pekerjaan ini didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2025-2026 dengan total nilai sekitar Rp1,165 triliun (termasuk PPN), dengan penyedia jasa Waskita–CAG KSO.

Baca Juga: Mensos: Negara Ingin Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Agen Perubahan 

Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 dibangun  dengan konsep kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran dan hunian. 

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, masjid dan gedung ibadah, lapangan olah raga, lapangan upacara, kantin, ruang terbuka hijau, serta sistem pengolahan air limbah (IPAL).

Kontrak pekerjaan telah ditandatangani pada 28 November 2025 dan ditargetkan tuntas pada akhir Juni 2026, sehingga diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada tahun ajaran 2026-2027.

Secara nasional, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 

Program ini ditargetkan dapat menampung sekitar 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), terdiri dari 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.