Jelang Merger 2026, PTPP Perkuat Bisnis Inti di Bidang Konstruksi dan Kepemimpinan Green Building

AKURAT.CO PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kian memantapkan arah bisnisnya menjelang rencana merger perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN Karya yang diproyeksikan rampung pada 2026. Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, PTPP memilih strategi kembali ke bisnis inti (back to core) sembari memastikan proses penggabungan berjalan sesuai regulasi dan kajian yang matang. Langkah ini bukan hanya soal konsolidasi, tetapi juga penguatan daya saing, termasuk lewat kiprah PTPP sebagai pelopor green construction di Indonesia.
Merger BUMN Karya 2026: Proses Berjalan, PTPP Fokus Berbenah
Rencana merger BUMN Karya menjadi salah satu agenda besar sektor konstruksi nasional. PTPP memproyeksikan proses penggabungan tersebut akan rampung sepenuhnya pada 2026. Saat ini, koordinasi masih terus dilakukan secara intensif, melibatkan internal perusahaan, konsultan, hingga Danantara selaku pemegang saham.
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menjelaskan bahwa progres persiapan merger berada di kisaran 40–50 persen. Angka tersebut mencerminkan proses kajian yang tidak sederhana, mulai dari analisis pangsa pasar, mitigasi risiko bisnis, hingga aspek legal dan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan terbuka.
“Progres sampai dengan saat ini masih sesuai dengan rencana. Namun perkiraan dan mungkin dari teman-teman media juga sudah mendengar, perkiraannya nanti akan berlangsung di 2026,” ujarnya dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis, 17 Desember 2025.
Di tengah proses tersebut, PTPP memilih untuk tidak menunggu. Perusahaan justru memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat fondasi bisnis agar siap menghadapi babak baru pascamerger.
Back to Core: Strategi PTPP Menatap Masa Depan
Sejalan dengan arahan Danantara, PTPP menajamkan fokus pada bisnis inti konstruksi. Sumber daya perusahaan diarahkan pada sektor yang menjadi keunggulan utama, yakni konstruksi gedung, infrastruktur, serta engineering, procurement, and construction (EPC).
“Ke depan yang kami lakukan lebih fokus ke bisnis konstruksi di area gedung, infrastruktur, maupun EPC, sehingga fokus kami ke sana dan bersamaan juga dengan proses dilakukannya merger nanti dengan partner,” kata Novel.
Pendekatan ini sekaligus menjadi strategi menjaga stabilitas bisnis. PTPP tetap membidik proyek-proyek strategis yang bersumber dari BUMN, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga sektor swasta yang dinilai potensial. Untuk tahun depan, perseroan memproyeksikan perolehan kontrak baru sekitar Rp23,5 triliun, dengan tetap mengedepankan kompetensi inti agar eksekusi proyek berjalan optimal.
Portofolio Proyek dan Ekspansi yang Tetap Terjaga
Meski fokus kembali ke core business, PTPP tidak sepenuhnya menutup peluang di luar negeri. Salah satu proyek yang masih berjalan berada di Filipina, terkait pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Proyek tersebut memiliki durasi kontrak jangka panjang, sekitar lima tahun, dan tetap menjadi bagian dari portofolio internasional perseroan.
Keseimbangan antara proyek domestik dan internasional ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pendapatan sekaligus memperkuat reputasi PTPP di tingkat regional.
PTPP dan Green Construction: Dari Strategi hingga Pengakuan Nasional
Penguatan bisnis inti PTPP tidak bisa dilepaskan dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan. Di sektor konstruksi, PTPP dikenal sebagai salah satu pelopor penerapan green building dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP, I Gede Upeksa Negara, menegaskan bahwa keunggulan di bidang green construction menjadi nilai tambah penting bagi perusahaan. Penerapan prinsip bangunan hijau bukan hanya soal kepatuhan lingkungan, tetapi juga telah berkembang menjadi alat pemasaran yang efektif.
PTPP tercatat aktif dalam Green Building Council Indonesia (GBCI) dan menjadi pionir dalam berbagai proyek bersertifikat hijau. Pendekatan ini terbukti membuka peluang proyek baru, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi energi dan konstruksi berkelanjutan.
Penghargaan Best Green Contractor of the Year 2025
Komitmen tersebut berbuah pengakuan. Menutup tahun 2025, PTPP mencatat prestasi dengan meraih penghargaan Best Green Contractor of the Year pada ajang Greenship Awards 2025 yang digelar oleh GBCI pada Jumat, 5 Desember 2025. PTPP menjadi satu-satunya BUMN Konstruksi yang menerima penghargaan tersebut.
Penghargaan ini menegaskan posisi PTPP sebagai pelopor dan pemimpin dalam penerapan green construction di Indonesia. Lebih dari itu, capaian tersebut memperkuat daya saing global perseroan, sekaligus menunjukkan keseriusan PTPP dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pemenuhan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Praktik Green Construction yang Diterapkan PTPP
Dalam implementasinya, green construction di PTPP tidak berhenti pada konsep. Perseroan menerapkan berbagai metode dan teknologi untuk menekan dampak lingkungan, mulai dari penggunaan material hingga pengelolaan energi di lokasi proyek.
Beberapa pendekatan yang diterapkan antara lain penggunaan precast dan eco-friendly wall panel untuk pembangunan pelabuhan, pemanfaatan sistem knock down site, serta penggunaan material pre-fabrication. Di sisi energi, PTPP memanfaatkan panel surya, sistem surya hibrida, hingga tenaga angin untuk kebutuhan site dan kantor proyek.
Di sektor energi terbarukan, PTPP juga telah mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-1 Jeneponto dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Selong berkapasitas 7 MWp. Langkah ini mempertegas peran PTPP tidak hanya sebagai kontraktor, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem transisi energi nasional.
Deretan Sertifikasi Green Building PTPP
Kiprah PTPP dalam green construction tercermin dari berbagai sertifikasi yang berhasil diraih. Hingga kini, portofolio proyek hijau PTPP mencakup:
-
Sertifikat GBCI dengan total 7 platinum, 20 gold, dan 4 silver. Beberapa contohnya adalah IT Mandiri (Platinum DR), Menara Danareksa (Gold DR), Bandara YIA (Gold FA), dan Gedung Pegadaian (Gold DR).
-
Sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) dengan kategori 5 utama, 2 pratama, dan 1 madya, termasuk Istana Kantor Presiden IKN dan Pura Besakih yang meraih BGH Utama.
-
Sertifikat EDGE untuk tiga proyek, seperti UIII Depok dan Evenciio Apartment.
-
Sertifikat LEED Platinum, salah satunya pada gedung BNI di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Deretan sertifikasi ini memperkuat citra PTPP sebagai kontraktor yang tidak hanya mengejar skala proyek, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.
Daftar BUMN Karya yang Masuk Rencana Merger
Dalam rencana konsolidasi yang dikoordinasikan Danantara, terdapat tujuh perusahaan konstruksi yang akan dimerger. Selain PTPP, perusahaan lain yang masuk dalam daftar tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Merger ini diharapkan dapat menciptakan entitas konstruksi nasional yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global.
Penutup: Fondasi Kuat Menuju Babak Baru
Dengan fokus kembali ke bisnis inti dan konsistensi dalam penerapan green construction, PTPP menunjukkan kesiapan menghadapi dinamika industri konstruksi, termasuk agenda besar merger BUMN Karya pada 2026. Strategi ini bukan hanya memperkuat kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi berkelanjutan untuk jangka panjang.
Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan merger BUMN Karya dan kiprah PTPP di sektor konstruksi hijau, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Merger BUMN Karya PTPP–Adhi Karya Ditargetkan 2026, Progres Baru 40–50 Persen
Baca Juga: PTPP Garap Proyek Sekolah Rakyat di Bengkulu Senilai Rp502 Miliar
FAQ
Apa itu PT PP (Persero) Tbk atau PTPP?
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi, EPC, dan investasi, dengan fokus pada proyek gedung, infrastruktur, serta konstruksi berkelanjutan.
Mengapa PTPP memperkuat bisnis inti menjelang merger 2026?
PTPP memperkuat bisnis inti sebagai strategi “back to core” untuk memastikan fondasi usaha tetap kuat selama proses merger BUMN Karya berlangsung. Fokus ini bertujuan meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kesiapan menghadapi konsolidasi perusahaan konstruksi pelat merah.
Kapan merger BUMN Karya diproyeksikan rampung?
Merger BUMN Karya diproyeksikan rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Saat ini, prosesnya masih berjalan melalui koordinasi antara perusahaan, konsultan, dan Danantara Indonesia.
Sejauh mana kesiapan PTPP menghadapi merger?
Kesiapan PTPP menghadapi merger saat ini berada di kisaran 40–50 persen. Proses persiapan mencakup kajian mendalam terkait pangsa pasar, mitigasi risiko bisnis, aspek legal, serta kepatuhan terhadap regulasi OJK.
Bisnis apa saja yang menjadi fokus utama PTPP ke depan?
PTPP akan memfokuskan bisnisnya pada konstruksi gedung, infrastruktur, serta engineering, procurement, and construction (EPC). Selain itu, PTPP tetap membidik proyek dari BUMN, APBN, dan sektor swasta.
Berapa target kontrak baru PTPP untuk tahun depan?
PTPP memproyeksikan perolehan kontrak baru sekitar Rp23,5 triliun untuk tahun depan, dengan tetap mengedepankan kompetensi inti agar pelaksanaan proyek berjalan optimal.
Apakah PTPP masih mengerjakan proyek di luar negeri?
Ya, PTPP masih menjalankan proyek luar negeri, salah satunya di Filipina pada sektor perkeretaapian. Proyek tersebut memiliki durasi kontrak jangka panjang sekitar lima tahun.
Apa yang dimaksud dengan green construction di PTPP?
Green construction di PTPP adalah penerapan prinsip konstruksi ramah lingkungan, seperti efisiensi energi, penggunaan material berkelanjutan, serta teknologi inovatif untuk mengurangi dampak lingkungan sepanjang siklus proyek.
Mengapa PTPP disebut sebagai pelopor green construction?
PTPP disebut pelopor green construction karena konsisten menerapkan bangunan hijau sejak awal, tergabung aktif dalam Green Building Council Indonesia (GBCI), serta memiliki portofolio proyek bersertifikat hijau terbanyak di antara BUMN Konstruksi.
Penghargaan apa yang diraih PTPP di bidang green building?
PTPP meraih penghargaan Best Green Contractor of the Year pada ajang Greenship Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).
Sertifikasi green building apa saja yang dimiliki PTPP?
PTPP memiliki berbagai sertifikasi, antara lain GBCI (Platinum, Gold, Silver), Bangunan Gedung Hijau (BGH), EDGE, serta LEED Platinum untuk sejumlah proyek strategis.
Bagaimana peran PTPP dalam pengembangan energi terbarukan?
PTPP berperan aktif dalam energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-1 Jeneponto dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Selong berkapasitas 7 MWp.
Perusahaan apa saja yang masuk rencana merger BUMN Karya?
Tujuh perusahaan yang direncanakan merger adalah PTPP, Adhi Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya.
Apa dampak merger BUMN Karya bagi industri konstruksi?
Merger BUMN Karya diharapkan menciptakan perusahaan konstruksi nasional yang lebih efisien, berdaya saing global, dan memiliki kapasitas lebih besar dalam menangani proyek strategis nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









