Percepat Penataan Kota, Menteri PKP Bantu Warga Menteng Perbaiki Rumah

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore (15/11/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkecil kesenjangan antar permukiman di ibu kota serta mempercepat penataan kawasan kumuh.
Maruarar mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lingkungan yang masih didominasi rumah tidak layak huni (RTLH) di tengah kawasan Jakarta yang terus berkembang.
“Arahan Pak Presiden, kami harus menata kawasan dan menekan kesenjangan permukiman,” ujar Maruarar.
Kelurahan Menteng tercatat memiliki sepuluh RW, dengan enam wilayah di antaranya masuk kategori kawasan kumuh dan empat lainnya menghadapi tingkat kesenjangan sosial yang tinggi.
Kondisi tersebut, menurut Maruarar, membutuhkan penanganan menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga.
“Kami mendukung agar kawasan ini bisa berkembang menjadi kawasan ekonomi atau wisata, sehingga masyarakat memiliki pemasukan tambahan. Rumah-rumah warga bisa dikembangkan menjadi tempat usaha,” katanya.
Sebagai langkah awal, Kementerian PKP akan mempercepat proses pendataan rumah tidak layak huni di Kelurahan Menteng.
Upaya perbaikan langsung juga dilakukan kepada warga yang membutuhkan penanganan mendesak.
Baca Juga: Anggaran Naik Dua Kali, Menteri PKP Optimistis 350.000 Rumah Subsidi Terbangun di 2026
Salah satu penerima bantuan renovasi adalah Rukmini (82), warga RT 015 RW 01 yang tinggal bersama suami, anak, dan cucu.
Rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan parah, setiap hujan, air mengalir dari atap hingga ke bagian depan rumah dan mengganggu aktivitas keluarga.
“Alhamdulillah, kalau benar bisa direnovasi saya senang sekali. Selama ini kalau hujan atapnya bocor ke mana-mana, jadi sulit tidur. Terima kasih Pak Menteri PKP, Pak Ara dan Pak Presiden RI Prabowo,” ujar Rukmini dengan haru.
Kebahagiaan serupa dirasakan pasangan lansia Katang Sukarta (72) dan Rusmiyati (68) yang menempati rumah peninggalan orang tua selama lebih dari lima dekade. Kondisi rumah mereka juga sudah lama tidak layak huni.
“Saya senang sekali, terima kasih. Akhirnya rumah saya bisa diperbaiki,” kata Rusmiyati.
Maruarar menegaskan bahwa penataan kawasan kumuh merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kualitas hunian yang lebih layak bagi masyarakat kota, sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







