Pemerintah Bakal Kembangkan TOD di 80 Stasiun KAI di Jakarta
Hefriday | 18 September 2025, 12:26 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah menyatakan pemerintah akan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai lokasi pembangunan rumah vertikal murah.
Langkah ini menjadi bagian dari Program Pembangunan 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Fahri, Presiden telah memberikan arahan khusus kepada direksi baru KAI untuk menyiapkan seluruh lahan stasiun, baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa, sebagai kawasan potensial pembangunan hunian terjangkau.
“Direksi baru KAI diperintahkan oleh Presiden untuk menyiapkan seluruh stasiun di Indonesia sebagai tempat pembangunan perumahan vertikal murah,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Fahri menegaskan, program ini tidak terbatas pada satu lokasi saja, seperti lahan KAI di Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta Pusat. Melainkan, rencana tersebut mencakup seluruh stasiun besar maupun kecil di berbagai wilayah.
Dengan demikian, masyarakat di berbagai daerah bisa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hunian layak dan terjangkau.
Menurut Fahri, kebijakan ini menjadi jawaban bagi pekerja di pusat kota, khususnya Jakarta dan sekitarnya, yang kesulitan memiliki rumah karena tingginya harga tanah.
Dengan adanya rumah vertikal murah di sekitar stasiun, masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja sekaligus menikmati akses transportasi publik yang mudah.
Fahri juga menyinggung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang akan diterapkan pada proyek ini. Dari sekitar 600 stasiun KAI di Indonesia, 80 stasiun di wilayah Jakarta dinilai siap dikembangkan menjadi kawasan TOD.
Konsep ini akan menghadirkan hunian yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik.
“Dengan TOD, masyarakat bisa hemat waktu tempuh, menekan biaya hidup, dan tentu saja kualitas hidup akan meningkat,” katanya.
Dirinya menjelaskan, pemanfaatan tanah milik negara menjadi kunci agar rumah rakyat tetap terjangkau. Pasalnya, komponen terbesar dalam pembiayaan perumahan adalah harga tanah.
Dengan menggunakan lahan milik BUMN, harga jual rumah dapat ditekan sehingga lebih sesuai dengan kemampuan finansial masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
“Ini yang dimaksud Bapak Presiden. Semua BUMN yang punya tanah, terutama di pusat kota, harus dimanfaatkan agar masyarakat tidak perlu tinggal jauh dari tempat kerjanya,” kata Fahri.
Lebih jauh, Fahri berharap pembangunan kawasan TOD di sepanjang jalur kereta api tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga merata hingga ke berbagai wilayah lain.
“Kita patut berbangga jika di seluruh pulau, khususnya Jawa yang penduduknya padat, tumbuh kawasan TOD baru di sekitar stasiun,” ujarnya.
Selain lahan BUMN, pemerintah daerah (Pemda) juga diminta ikut serta mengoptimalkan lahan kosong yang dimiliki.
Menurut Fahri, langkah ini akan menghindari tanah terbengkalai sekaligus membantu menyediakan perumahan dengan harga terjangkau.
“Pemanfaatan tanah negara di kota menjadi solusi konkret untuk mengurangi backlog perumahan,” tegasnya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program strategis nasional tersebut. Ia menyebut, KAI akan membuka peluang pemanfaatan aset dan lahan yang dimiliki untuk pembangunan hunian rakyat.
“KAI siap memanfaatkan aset dan lahan untuk mendukung pengembangan rumah rakyat yang terintegrasi dengan transportasi publik,” kata Bobby.
Bobby menambahkan, program pembangunan 3 juta rumah merupakan agenda prioritas pemerintah yang harus didukung seluruh BUMN.
Menurutnya, keterlibatan KAI akan mempercepat realisasi target sekaligus meningkatkan aksesibilitas serta kenyamanan masyarakat perkotaan.
Fahri menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa program ini akan membawa perubahan besar dalam tata ruang perkotaan Indonesia.
“Semoga langkah ini membuat wajah Indonesia semakin indah dan maju di masa depan bagi seluruh rakyat,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










