AHY Dorong Kota Masa Depan Pakai Konsep TOD
Hefriday | 6 Oktober 2025, 20:48 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan kota masa depan harus mengutamakan konsep Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan kota berbasis transportasi publik.
Konsep ini dinilai menjadi solusi bagi efisiensi mobilitas masyarakat sekaligus pengurangan emisi karbon di perkotaan.
“Konsep TOD ini harus menjadi arus utama dalam kebijakan pembangunan kota-kota masa depan,” ujar AHY dalam The 54th Earoph Regional Conference di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Menurut AHY, TOD dirancang agar masyarakat tinggal di kawasan yang berdekatan dengan transportasi umum dan fasilitas publik seperti tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan ruang terbuka hijau. Dengan kota yang terhubung dan efisien, warga dapat menghemat waktu, biaya, serta energi.
“Konsep TOD ini harus menjadi arus utama dalam kebijakan pembangunan kota-kota masa depan,” ujar AHY dalam The 54th Earoph Regional Conference di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Menurut AHY, TOD dirancang agar masyarakat tinggal di kawasan yang berdekatan dengan transportasi umum dan fasilitas publik seperti tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan ruang terbuka hijau. Dengan kota yang terhubung dan efisien, warga dapat menghemat waktu, biaya, serta energi.
“Kalau semua tinggal di lokasi yang saling terhubung, dekat dengan tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan transportasi umum, kita bisa hemat waktu dan hidup lebih nyaman,” katanya.
AHY menuturkan, tantangan besar Indonesia adalah menghadapi pertumbuhan penduduk perkotaan yang semakin pesat. Diperkirakan pada 2040–2050, sekitar 70% populasi dunia akan tinggal di kawasan perkotaan, termasuk Indonesia.
AHY menuturkan, tantangan besar Indonesia adalah menghadapi pertumbuhan penduduk perkotaan yang semakin pesat. Diperkirakan pada 2040–2050, sekitar 70% populasi dunia akan tinggal di kawasan perkotaan, termasuk Indonesia.
Karena itu, desain kota harus disiapkan sejak dini agar mampu menampung pertumbuhan penduduk tanpa mengorbankan kualitas hidup dan lingkungan.
Dalam pandangan AHY, kota masa depan perlu memenuhi tiga prinsip utama: ramah lingkungan, tahan terhadap bencana, dan cerdas secara teknologi.
Dalam pandangan AHY, kota masa depan perlu memenuhi tiga prinsip utama: ramah lingkungan, tahan terhadap bencana, dan cerdas secara teknologi.
Penerapan TOD diyakini mampu menjawab ketiga prinsip tersebut karena mengintegrasikan tata ruang, transportasi, dan teknologi digital dalam satu sistem yang berkelanjutan.
Selain mengurangi kemacetan dan polusi, konsep TOD juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.
Selain mengurangi kemacetan dan polusi, konsep TOD juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.
Dengan jarak yang lebih dekat antara tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari, masyarakat bisa memanfaatkan waktu lebih banyak untuk keluarga dan aktivitas produktif lainnya.
“Dengan desain kota yang efisien, kita bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun peradaban yang lebih baik,” ujar AHY.
Dirinya menambahkan bahwa TOD juga mendukung pengembangan ekonomi lokal. Kawasan yang terhubung dengan stasiun, terminal, atau halte transportasi massal berpotensi tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang inklusif.
AHY mengajak seluruh pemerintah daerah dan pengembang properti untuk menjadikan TOD sebagai acuan utama dalam pembangunan kawasan perkotaan.
“Dengan desain kota yang efisien, kita bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun peradaban yang lebih baik,” ujar AHY.
Dirinya menambahkan bahwa TOD juga mendukung pengembangan ekonomi lokal. Kawasan yang terhubung dengan stasiun, terminal, atau halte transportasi massal berpotensi tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang inklusif.
AHY mengajak seluruh pemerintah daerah dan pengembang properti untuk menjadikan TOD sebagai acuan utama dalam pembangunan kawasan perkotaan.
“Kota masa depan bukan sekadar megah dan modern, tapi harus ramah bagi manusia dan efisien bagi kehidupan,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










