AHY: Ekosistem Pembiayaan Yang Kokoh Kunci Kesuksesan Pembangunan Infrastruktur
Hefriday | 10 Oktober 2025, 17:27 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat bergantung pada kekuatan ekosistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut AHY, pemerintah tidak dapat mengandalkan anggaran negara semata untuk menanggung kebutuhan investasi infrastruktur yang sangat besar. Oleh karena itu, strategi pembiayaan yang melibatkan berbagai sumber dana, baik pemerintah maupun swasta, menjadi hal mutlak.
Menurutnya, anggaran pemerintah saja tidak cukup untuk menanggung beban investasi infrastruktur. Maka dari itu, pemerintah membangun ekosistem pembiayaan yang mengombinasikan instrumen pemerintah dan swasta.
"Memobilisasi dana investasi yang dikelola pemerintah (sovereign funds), melibatkan mitra multilateral, serta mendorong pendanaan campuran atau blended finance,” ujar AHY dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) memperkirakan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar USD650 miliar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.
Dari total kebutuhan tersebut, sekitar USD190 miliar harus berasal dari investasi sektor swasta, atau meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menegaskan pentingnya peran dunia usaha dan investor dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional.
Namun, AHY mengingatkan bahwa investasi hanya akan masuk jika terdapat kepercayaan dan kepastian regulasi. Oleh karena itu, pemerintah fokus memastikan iklim investasi yang kondusif melalui stabilitas kebijakan, transparansi, dan model pembiayaan yang inovatif.
“Kami sangat meyakini bahwa kolaborasi merupakan mesin sesungguhnya bagi pertumbuhan berkelanjutan, kunci untuk konektivitas yang lebih baik, serta perlindungan wilayah pesisir yang tangguh terhadap bencana alam,” tegasnya.
Menurut AHY, pendekatan kolaboratif menjadi strategi utama untuk menjembatani kepentingan antara kebijakan publik dan keputusan sektor swasta, sehingga pembangunan dapat berjalan cepat namun tetap menjaga kepentingan masyarakat luas.
Dalam membangun ekosistem pembiayaan yang tangguh, Kemenko IPK memperkuat kerja sama lintas lembaga dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lembaga pengelola dana investasi Danantara, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi platform strategis untuk menyatukan kebijakan pemerintah dengan kepentingan pelaku industri dan investor, sekaligus menciptakan model pembiayaan yang inovatif dan efisien.
“Kemitraan kami dengan BKPM, Danantara, dan Kadin sangat vital. Kolaborasi ini menjadi jembatan antara kebijakan publik dan keputusan swasta, serta pendorong utama dalam memobilisasi industri, investasi, dan inovasi,” tutur AHY.
Melalui skema blended finance, pemerintah berupaya memadukan pembiayaan publik, dana swasta, dan dukungan lembaga keuangan internasional untuk mendanai proyek-proyek prioritas seperti transportasi, energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya air.
Model ini dinilai efektif karena mampu menekan risiko investasi, memperluas akses pendanaan, serta memastikan keberlanjutan proyek secara jangka panjang. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi baru untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam skema pendanaan campuran tersebut.
AHY menekankan, keberhasilan ekosistem pembiayaan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan dana, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan investor terhadap tata kelola dan stabilitas ekonomi nasional.
“Investasi akan datang ketika ada kepercayaan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga iklim usaha yang stabil, kepastian hukum, serta regulasi yang berpihak pada pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Selain infrastruktur fisik, AHY juga menyoroti pentingnya investasi dalam infrastruktur hijau dan ekonomi biru yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai tujuan investasi menarik, tetapi juga mitra yang andal dan kredibel di mata investor global.
“Bersama-sama, kita memiliki satu misi: menjadikan Indonesia tidak hanya destinasi investasi yang menarik, tetapi juga mitra terpercaya dalam menciptakan hasil pembangunan yang nyata dan berkelanjutan,” kata AHY.
Upaya membangun ekosistem pembiayaan yang kuat ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









