AHY Pastikan KAI Siap Hadapi Arus Nataru 2026
Hefriday | 23 Desember 2025, 17:16 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan, kesiapan layanan kereta api nasional dalam menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kepastian tersebut disampaikan AHY usai meninjau langsung operasional transportasi kereta api bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
AHY mengatakan, pemerintah ingin memastikan seluruh moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, dapat beroperasi secara optimal selama periode libur akhir tahun. Kereta api menjadi salah satu moda utama yang diandalkan masyarakat karena dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Tadi kami berdiskusi dan memastikan bahwa transportasi multimoda, termasuk kereta api, benar-benar hadir optimal untuk masyarakat, khususnya saat mobilitas meningkat tajam,” ujar AHY.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan operasional sekaligus membahas berbagai isu teknis strategis.
Baca Juga: Cara Pesan Tiket Kereta Api Rombongan KAI: Syarat, Ketentuan, dan Nomor Kontak Daop Terbaru
AHY menekankan pentingnya memastikan seluruh aspek pelayanan kereta api berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana hingga kualitas layanan kepada penumpang.
Dalam kesempatan itu, AHY bersama jajaran manajemen KAI juga melepas keberangkatan Kereta Cakra Buwana rute Gambir–Cirebon. Dirinya menyempatkan diri menyapa penumpang yang memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru.
AHY menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan kereta api. Selain keselamatan, ketepatan waktu perjalanan dan kenyamanan penumpang juga menjadi fokus utama, sejalan dengan komitmen KAI dalam menjaga kepercayaan publik.
Pemerintah, lanjut AHY, mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penerapan diskon tarif hingga 30% yang ditargetkan dapat dinikmati sekitar 1,5 juta penumpang selama periode Nataru.
Berdasarkan laporan KAI, terjadi peningkatan frekuensi perjalanan kereta api sekitar 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, kapasitas tempat duduk juga bertambah sekitar 3% atau setara dengan 3,5 juta kursi untuk mengakomodasi lonjakan permintaan masyarakat.
AHY juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap faktor teknis dan kondisi cuaca. Ia menyoroti peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan curah hujan pada akhir Desember 2025 hingga Januari 2026 yang dapat berdampak pada operasional transportasi.
“Posko Natal dan Tahun Baru KAI sudah aktif 24 jam. Ini penting untuk mengantisipasi puncak arus liburan di Desember 2025 dan arus balik pada Januari 2026,” kata AHY.
Di tempat yang sama, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tingkat okupansi kereta api secara nasional telah mencapai sekitar 83%. Puncak permintaan diperkirakan terjadi pada 28 Desember 2025, sementara arus balik utama diprediksi berlangsung pada 3 dan 4 Januari 2026.
Bobby menegaskan kesiapan KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu atau on time performance (OTP), serta peningkatan kualitas layanan pelanggan secara konsisten sesuai arahan pemerintah.
Selain itu, KAI juga memastikan jalur kereta api di wilayah rawan bencana telah dimitigasi secara optimal. Titik-titik rawan telah diidentifikasi dan dilakukan perbaikan prasarana jalan rel guna memastikan operasional kereta tetap andal, meski dihadapkan pada cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi selama musim libur akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










