Akurat

BTN Dorong Program Perumahan Layak Huni untuk Tingkatkan Kesejahteraan Bangsa

Demi Ermansyah | 23 Agustus 2025, 09:40 WIB
BTN Dorong Program Perumahan Layak Huni untuk Tingkatkan Kesejahteraan Bangsa

AKURAT.CO Pemerintah kembali menegaskan kembali komitmennya dalam penyediaan rumah layak huni sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan papan, tetapi juga diarahkan untuk mengentaskan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Menurut Direktur Consumer & Commercial Lending Bank Tabungan Negara (BTN), Hirwandi Gafar menyampaikan bahwa program penyediaan dan pembiayaan rumah layak huni memiliki tiga tujuan utama, yakni mengentaskan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Menurut Hirwandi, penyediaan rumah layak huni dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan penghasilan.

“Dengan rumah yang layak, masyarakat akan lebih produktif dan berpeluang keluar dari kemiskinan,” ujarnya dalam webinar 'Menakar Taji BUMN Properti Menyukseskan 3 Juta Rumah' yang diadakan Akurat.co pada Kamis, (21/8/2025).

Baca Juga: Kemendagri: Pemda Harus Dukung Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Tiga Juta Rumah

Selain itu, sektor perumahan juga memberi efek berganda terhadap perekonomian nasional. Hirwandi menjelaskan, pembangunan rumah melibatkan 185 subsektor industri, mulai dari semen, besi baja, hingga material lokal lain.

“Perumahan adalah sektor padat modal sekaligus padat karya. Setiap satu rumah dapat menyerap lima tenaga kerja, sehingga pembangunan satu juta rumah berarti menciptakan lima juta lapangan kerja baru,” katanya.

Sedangkan dari sisi penerimaan negara, tegas Hirwandi, sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan melalui pajak, baik dari transaksi maupun pajak bumi dan bangunan. BTN mencatat lebih dari 8.000 pengembang berperan dalam penyediaan perumahan, yang sejalan dengan target pemerintah untuk membangun tiga juta rumah.

Oleh karena itu, rumah layak huni tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada fondasi sosial dan pendidikan bangsa.

“Segala hal berawal dari rumah, mulai dari pendidikan karakter, budaya, hingga kesehatan. Dengan rumah yang layak, ketimpangan dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia akan meningkat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sebagai informasi, papar Hirwandi, sejak ditunjuk pemerintah pada 1974, BTN menjadi motor pembiayaan perumahan di Indonesia. Bank ini menciptakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama pada 1976. Hingga Juni 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 5,7 juta unit rumah, terdiri dari 4,3 juta unit subsidi dan 1,4 juta unit non-subsidi.

Mengacu kepada hasil survei BTN, program KPR subsidi tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah, tetapi juga meningkatkan kemandirian, kualitas hidup, serta memberikan rasa bangga karena memiliki aset jangka panjang.

Baca Juga: Kementerian PKP Desak Pemda Terbitkan Perkada, Percepat Program Tiga Juta Rumah untuk MBR

“Masyarakat kini tidak lagi menjadi kelompok penyewa, melainkan pemilik rumah yang memiliki kepastian masa depan,” jelas Hirwandi.

Pada 2025, BTN mendapat mandat menyalurkan 220 ribu unit rumah dari total kuota nasional 350 ribu unit KPR subsidi. Hirwandi optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kerja sama erat dengan pengembang, kementerian, dan seluruh pemangku kepentingan.

“BTN siap menjadi integrator antara sisi permintaan dan penawaran, dengan dukungan pembiayaan dari hulu hingga hilir. Tujuan akhirnya jelas, memperkuat kesejahteraan masyarakat dan membangun karakter bangsa melalui rumah layak huni,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.