Mengapa Investasi Properti Masih Jadi Pilihan Terbaik di 2025? Cek Selengkapnya di Sini!

AKURAT.CO Investasi properti kini semakin diminati masyarakat, karena dianggap sebagai instrumen yang stabil dan menjanjikan keuntungan jangka panjang. Nilai aset properti cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga banyak orang melihatnya sebagai cara aman untuk menumbuhkan kekayaan.
Secara sederhana, investasi properti adalah kegiatan membeli aset berupa tanah, rumah, apartemen, atau bentuk real estate lainnya dengan tujuan memperoleh keuntungan. Keuntungan tersebut bisa didapat melalui penyewaan, penjualan kembali di masa depan, maupun pemanfaatan aset sebagai bagian dari usaha.
Tak hanya itu, investasi properti juga dianggap lebih tahan terhadap inflasi dibandingkan instrumen lain.
Properti bisa menjadi sumber passive income yang stabil melalui sewa, sekaligus aset yang nilainya terus naik seiring perkembangan wilayah dan kebutuhan hunian masyarakat.
Baca Juga: PIK Jadi Magnet Investasi Properti, REI: Dua Akses Tol Langsung Dongkrak Nilai Ekonomi Kawasan
Jenis-Jenis Investasi Properti
Dilansir dari Aesia Kemenkeu, ada empat jenis investasi properti yang bisa dipertimbangkan, terutama bagi pemula:
1. Saham Properti
-
Saham properti adalah bentuk kepemilikan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan atau pengembangan properti.
-
Mekanismenya mirip dengan equity crowdfunding, hanya saja dilakukan melalui pasar modal.
-
Untuk memulainya, investor perlu memiliki rekening efek di perusahaan sekuritas agar bisa membeli saham lewat aplikasi trading.
2. Properti Equity Crowdfunding (ECF)
-
Jenis ini memungkinkan investor untuk memiliki bagian dari sebuah properti tanpa harus membelinya secara penuh.
-
Caranya, beberapa investor mengumpulkan dana secara kolektif untuk membeli unit properti tertentu.
-
Setelah dana terkumpul, pihak fasilitator membeli properti tersebut untuk kemudian disewakan atau dijual kembali dengan harga lebih tinggi, dan keuntungan dibagikan kepada para investor.
3. Bisnis Properti Komersial
-
Investasi ini mencakup aset seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, lahan parkir, hingga hotel.
-
Membutuhkan modal yang relatif besar, namun potensi keuntungan yang ditawarkan juga sangat signifikan.
-
Biasanya cocok untuk investor dengan dana besar dan strategi jangka panjang.
4. Properti Hunian Keluarga
-
Termasuk rumah kontrakan, kos-kosan, maupun apartemen.
-
Membutuhkan modal awal yang tinggi, termasuk biaya legalitas dan pemeliharaan.
-
Meski begitu, properti hunian memiliki potensi cashflow stabil melalui sewa bulanan, sekaligus kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dorong Investasi Properti di Indonesia, BTN Terapkan Tokenisasi DIRE
Cara Efektif Investasi Properti Bagi Pemula
-
Seleksi Pengembang yang Terpercaya
Pastikan membeli properti dari pengembang yang memiliki reputasi baik, legalitas jelas, dan rekam jejak proyek yang sukses. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kerugian. -
Pilih Lokasi dengan Bijak
Lokasi adalah kunci utama dalam investasi properti. Pilih daerah yang strategis, berkembang, dan memiliki prospek kenaikan harga di masa depan. -
Siapkan Dana yang Matang
Hitung dengan cermat modal awal, biaya legalitas, cicilan (jika KPR), hingga biaya perawatan. Dengan perencanaan keuangan yang matang, investasi akan lebih aman. -
Lakukan Penelitian Harga Pasar
Bandingkan harga properti di area sekitar untuk mengetahui apakah harga yang ditawarkan realistis. Riset pasar juga membantu memperkirakan potensi keuntungan di masa depan. -
Pertimbangkan Fasilitas di Sekitar
Fasilitas seperti akses transportasi, pusat perbelanjaan, sekolah, dan rumah sakit akan meningkatkan nilai properti. Properti dengan fasilitas lengkap biasanya lebih cepat naik harganya dan mudah disewakan.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









