Menteri PKP Dukung BJB Sukseskan Program KPR FLPP Untuk 350.000 Rumah Subsidi

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendorong Pemprov Jabar dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) untuk menjadi “petarung” dalam menyukseskan program pembangunan 350 ribu unit rumah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau rumah subsidi tahun 2025.
Jawa Barat sendiri mendapat alokasi besar dalam program ini, yakni sekitar 90.000 hingga 100.000 unit rumah.
Menurut Maruarar, keberhasilan program ini bergantung pada semangat dan komitmen kuat dari para pemangku kepentingan daerah, khususnya jajaran Pemprov Jabar dan Bank BJB.
“Saya minta Sekda Jabar dan Dirut BJB menjadi 'petarung' untuk rakyat. Kalau Pak Gubernurnya sudah ‘petarung’, kalian juga harus jadi ‘petarung’. Ini demi rakyat kecil agar memiliki rumah layak dan terjangkau,” ujar Maruarar dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).
Maruarar menargetkan setidaknya 10.000 hingga 20.000 unit rumah dapat disalurkan langsung melalui Bank BJB. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong percepatan realisasi program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: Menteri Ara Ajak Masyarakat Manfaatkan KPR FLPP untuk Rumah Pertama
Dalam kunjungannya ke Bandung, Maruarar menyerahkan secara simbolis 100 unit rumah bersubsidi KPR FLPP kepada penerima manfaat. Acara tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (13/7/2025) malam, dan turut dihadiri oleh Sekda Jabar, Dirut Bank BJB, serta Komisioner BP Tapera.
Direktur Utama PT Bank BJB, Yusuf Saadudin, mengatakan para penerima manfaat berasal dari sembilan wilayah cabang layanan BJB dan BJB Syariah, seperti Soreang, Majalaya, Jatinangor, Buah Batu, Sumedang, Padalarang, Sumbersari, hingga Garut.
Hingga Juli 2025, Bank BJB telah menyalurkan total 3.783 akad kredit rumah bersubsidi melalui skema KPR Sejahtera FLPP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.243 unit disalurkan melalui Bank BJB konvensional dan 1.540 unit melalui Bank BJB Syariah.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan realisasi penyaluran KPR FLPP tertinggi secara nasional.
BP Tapera menargetkan pembangunan 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025. Jawa Barat diharapkan dapat berkontribusi sebesar 25% dari target nasional tersebut, atau setara 90.000–100.000 unit rumah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Pemprov Jabar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, lembaga pembiayaan, serta sektor swasta untuk mewujudkan percepatan kepemilikan rumah layak bagi masyarakat miskin dan rentan.
“Komitmen Pak Gubernur Ridwan Kamil kepada rakyat tidak perlu diragukan. Kami diminta untuk kerja keras mempercepat realisasi KPR FLPP, menyederhanakan proses perizinan, dan mengoptimalkan peran Bank BJB dalam mendukung pembiayaan yang inklusif dan berkeadilan,” tegas Herman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









