Akurat

AI Jadi Teman Liburan, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Data

Yusuf Tirtayasa | 4 Januari 2026, 06:19 WIB
AI Jadi Teman Liburan, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Data

AKURAT.CO Penggunaan kecerdasan buatan (AI) selama musim liburan menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. AI kini tidak hanya dimanfaatkan untuk belanja atau perencanaan perjalanan, tetapi juga berfungsi sebagai pendamping digital yang memberi dukungan emosional.

Temuan tersebut berasal dari riset terbaru Kaspersky yang menyoroti pola baru pemanfaatan AI. Peran ini terlihat menonjol di kalangan Generasi Z dan milenial yang semakin akrab dengan teknologi.

Survei yang dilakukan pada November 2025 mencatat 74 persen responden berencana menggunakan AI selama liburan 2025/2026. Antusiasme tertinggi datang dari kelompok usia 18-34 tahun, dengan 86 persen menyatakan akan mengandalkan AI dalam berbagai aktivitas liburan.

Baca Juga: Google Siapkan Fitur Ganti Alamat Gmail Tanpa Kehilangan Data

Dalam praktiknya, AI paling sering dimanfaatkan untuk mencari resep makanan dan rekomendasi tempat makan atau penginapan. Sebanyak 56 persen responden menggunakannya untuk resep, sementara 54 persen untuk restoran dan akomodasi.

Sekitar separuh responden juga mengandalkan AI untuk mencari ide hadiah dan cara merayakan hari besar. Selain itu, AI kerap dijadikan sumber inspirasi untuk mengisi waktu luang selama liburan.

AI turut berperan sebagai asisten belanja, mulai dari menyusun daftar hingga membandingkan harga dan ulasan. Namun, generasi muda lebih terbuka memakainya sebagai perencana anggaran, sedangkan responden di atas 55 tahun cenderung fokus pada resep dan ide hadiah.

Menariknya, riset tersebut mengungkap peran baru AI sebagai teman bicara bagi sebagian pengguna. Secara global, 29 persen responden mempertimbangkan berbicara dengan chatbot saat merasa tidak bahagia.

Di Indonesia, persentasenya sedikit lebih tinggi, mencapai 31 persen. Minat terbesar datang dari Generasi Z dan milenial, sementara kelompok usia lebih tua relatif kurang tertarik.

Meski terasa personal, para ahli mengingatkan adanya risiko di balik interaksi tersebut. Percakapan dengan AI berpotensi dikumpulkan dan diproses oleh penyedia layanan, sehingga dapat mengancam privasi dan keamanan data.

"Sangat disarankan untuk merangkul saran AI dengan sikap skeptis yang sehat dan mencoba untuk menghindari berbagi informasi secara berlebihan," ujar Vladislav Tushkanov selaku Manajer Grup di Kaspersky AI Technology Research Center, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (3/1/2026).

Kaspersky menyarankan pengguna untuk lebih waspada saat memanfaatkan AI agar terhindar dari risiko keamanan siber, terutama selama masa liburan. Berikut beberapa cara yang perlu diperhatikan:

1. Periksa kebijakan privasi layanan AI sebelum digunakan, termasuk bagaimana data percakapan dikumpulkan dan diproses. Pastikan tersedia opsi pembatasan penggunaan data untuk tujuan pelatihan atau pemasaran.
2. Hindari membagikan data sensitif seperti informasi pribadi, identitas, atau keuangan kepada chatbot AI. Perlakukan setiap percakapan seolah bersifat publik dan tidak sepenuhnya rahasia.
3. Waspadai tautan yang dibagikan oleh chatbot AI dan jangan langsung mengkliknya. Tautan tersebut berpotensi mengarah ke situs berbahaya atau phishing yang dapat membahayakan keamanan data.

Dengan berbagai saran di atas, pengguna diharapkan dapat memanfaatkan AI secara lebih aman dan bijak. Hal ini penting agar kenyamanan menggunakan AI tidak berubah menjadi risiko terhadap privasi dan keamanan data.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.