Apa Itu Cloudflare? Ternyata Ini Penyebab Banyak Situs Judi Online Bersembunyi di Baliknya

AKURAT.CO Cloudflare adalah perusahaan Amerika Serikat yang menyediakan layanan jaringan pengantaran konten (CDN), pencegahan serangan DDoS, keamanan internet, dan server nama domain terdistribusi.
Perusahaan ini bertujuan untuk membangun internet yang lebih baik, menawarkan situs web dan aplikasi yang lebih cepat serta aman bagi bisnis, nirlaba, blogger, dan siapa pun yang memiliki kehadiran daring.
Cloudflare beroperasi sebagai salah satu jaringan terbesar di dunia, melayani jutaan permintaan HTTP per detik dan melindungi jutaan properti internet.
Fungsi dan Cara Kerja Cloudflare
Cloudflare bertindak sebagai perantara balik (reverse proxy) antara pengunjung situs web dan penyedia hosting pengguna, memungkinkan peningkatan keamanan dan kinerja situs.
1. Peningkatan Kecepatan
Cloudflare menempatkan pusat data di lebih dari 330 kota di seluruh dunia untuk mendekatkan konten dan komputasi kepada pengguna, sehingga informasi dapat diakses lebih cepat.
Ketika pengguna mengakses situs web yang menggunakan Cloudflare, permintaannya akan diarahkan melalui jaringan Cloudflare, bukan langsung ke server asli.
Hal ini mempercepat waktu muat halaman karena konten disajikan dari lokasi yang lebih dekat dengan pengguna.
Jaringan global Cloudflare menangani puluhan juta permintaan HTTP per detik, yang menunjukkan skala perannya dalam menjaga kecepatan internet.
2. Keamanan Siber
Cloudflare menyediakan keamanan dengan melindungi properti internet dari aktivitas berbahaya seperti serangan DDoS (Distributed Denial-of-Service), bot jahat, dan intrusi lainnya.
Layanan ini berfungsi sebagai "perisai" di depan situs web, mencegah ancaman langsung mencapai server asli dan membantu menjaga layanan digital tetap berjalan tanpa gangguan.
Cloudflare juga menawarkan layanan DNS gratis bernama 1.1.1.1 yang melindungi data pengguna dari analisis atau penargetan iklan, serta dapat digunakan di perangkat apa pun.
Mengapa Banyak Situs Judi Online Bersembunyi di Balik Cloudflare
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat bahwa mayoritas situs judi online yang ditangani menggunakan infrastruktur Cloudflare.
Analisis terhadap 10.000 sampel situs pada 1 hingga 2 November 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 76% situs judi online menggunakan layanan Cloudflare.
1. Mekanisme Penyamaran IP dan Penghindaran Pemblokiran
Situs judi online memanfaatkan Cloudflare untuk menyembunyikan alamat IP asli mereka dan memindahkan domain guna menghindari pemblokiran konten oleh pemerintah.
Cloudflare menyembunyikan alamat IP server web dengan mem-proxy catatan DNS, bertindak sebagai proxy Man-in-the-Middle (MiTM) dan tidak membocorkan IP asli.
Dengan mengarahkan lalu lintas melalui jaringannya, Cloudflare memberikan alamat IP miliknya kepada situs web, sehingga semua lalu lintas diproses dan difilter oleh Cloudflare.
Situs-situs ini merasa aman dan terlindungi di balik Cloudflare karena layanan tersebut memberikan perlindungan yang kuat, sehingga sulit untuk di-takedown hanya dengan pemblokiran DNS atau nama domain.
2. Kewajiban Pendaftaran PSE dan Ultimatum Komdigi
Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, menyatakan bahwa pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) adalah instrumen penting untuk memastikan kedaulatan digital Indonesia dan melindungi masyarakat dalam ekosistem digital yang sehat.
Tanpa status PSE yang sah, koordinasi dan penegakan hukum terhadap konten terlarang seperti judi online menjadi lebih sulit.
Komdigi telah menyampaikan temuan mengenai tingginya penggunaan Cloudflare oleh situs judi online kepada pihak perusahaan dan memanggil mereka untuk memberikan klarifikasi.
Cloudflare termasuk dalam daftar 25 platform global yang diminta untuk segera mendaftarkan diri sebagai PSE Lingkup Privat.
Jika Cloudflare mengabaikan notifikasi dan tidak mendaftar, sanksi administratif hingga pemutusan akses dapat diterapkan sesuai ketentuan perundang-undangan, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 (PM Kominfo 5/2020).
Komdigi menekankan bahwa mereka terbuka untuk kerja sama, tetapi kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang adalah "garis merah" yang harus dipatuhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








