Kenapa Banyak Situs Judi Online Bersembunyi di Cloudflare? Ini Cara Kerja dan Mekanisme Penyamaran IP

AKURAT.CO Situs judi online banyak yang menggunakan Cloudflare untuk menyamarkan alamat IP dan mempercepat perpindahan domain, sehingga sulit untuk diblokir oleh pemerintah.
Lebih dari 76% situs judi online yang diproses Komdigi pada awal November 2025 tercatat menggunakan layanan Cloudflare.
Cloudflare menyediakan perlindungan yang kuat, membuat situs-situs ini merasa aman dan terproteksi dari upaya takedown melalui pemblokiran DNS atau nama domain.
Cara Kerja Cloudflare dalam Penyamaran IP
Cloudflare beroperasi sebagai reverse proxy, yang berarti permintaan pengguna ke suatu situs akan melalui alamat IP Cloudflare terlebih dahulu, sebelum diteruskan ke server asli situs tersebut dengan berbagai lapisan proteksi dan optimasi.
Mekanisme ini secara efektif menyembunyikan alamat IP asli server situs judi, sehingga menyulitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melacak dan memblokirnya.
Cloudflare secara fisik berada di antara pengguna dan server asal situs, jadi ketika pengguna mengakses situs, mereka akan "mampir" ke Cloudflare terlebih dahulu.
Mekanisme Penyamaran Alamat IP
Salah satu fungsi utama Cloudflare adalah menyembunyikan IP server asli sebuah website.
Ketika sebuah situs menggunakan Cloudflare, semua lalu lintas yang masuk akan disaring terlebih dahulu melalui jaringan Cloudflare.
Layanan ini memungkinkan situs judi online menyamarkan alamat IP dan mempermudah perpindahan domain untuk menghindari pemblokiran konten.
Cloudflare juga dapat mempercepat perpindahan domain serta mengurangi dampak dari pemblokiran.
Untuk menyembunyikan IP address server agar tidak terlihat saat di-scan, salah satu caranya adalah dengan melakukan filter accept inbound connections melalui firewall.
Port yang difilter adalah port HTTP (80) dan port HTTPS (443), dengan hanya mengizinkan request dari IP address milik Cloudflare.
Penyebab Situs Judi Online Banyak Bersembunyi di Cloudflare
Mayoritas situs judi online yang ditangani Komdigi pada awal November 2025 menggunakan infrastruktur Cloudflare.
Dari 10.000 sampel situs judi online yang diproses pada 1–2 November 2025, lebih dari 76% tercatat berada di balik layanan Cloudflare.
Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, menjelaskan bahwa situs-situs judi online merasa aman dan terproteksi di balik Cloudflare karena perlindungan yang kuat yang membuat mereka sulit di-takedown hanya dengan pemblokiran DNS atau nama domain.
Komdigi menemukan tingginya jumlah IP situs judi online yang berada di balik layanan Cloudflare.
Komdigi telah memanggil Cloudflare untuk meminta klarifikasi dan mendesak perusahaan agar segera mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.
Pendaftaran PSE ini dianggap penting untuk memastikan kedaulatan digital Indonesia dan mendukung penegakan hukum terhadap konten terlarang, termasuk situs judi online.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









