CEO Nvidia Minta AS Pertimbangkan Dampak Pembatasan Teknologi terhadap China

AKURAT.CO CEO Nvidia, Jensen Huang, menyerukan agar pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah yang seimbang dalam mengatur akses China terhadap teknologi penting. Langkah tersebut terutama diperlukan di bidang kecerdasan buatan (AI).
Dalam wawancara dengan Citadel Securities, Huang menilai kebijakan yang terlalu keras terhadap China bisa merugikan Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya meninjau kebijakan yang benar-benar bermanfaat sebelum diterapkan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya permintaan chip Nvidia dan ketegangan dagang antara AS dan China. Huang menilai menutup akses bagi peneliti AI China terhadap teknologi AS bisa menjadi kesalahan besar.
Ia menilai keseimbangan antara melindungi inovasi AS dan menjaga kerja sama dengan China harus dilakukan dengan bijak. Namun, Huang mengungkapkan bahwa Nvidia kini sepenuhnya keluar dari pasar China karena kebijakan ekspor AS yang ketat.
"Kami beralih dari 95 persen pangsa pasar menjadi 0 persen, jadi saya tidak bisa membayangkan pembuat kebijakan mana pun yang berpikir bahwa itu adalah ide yang bagus," ujarnya, dikutip dari The American Bazaar, Rabu (22/10/2025).
Kebijakan pembatasan chip AI dimulai pada era pemerintahan Biden tahun 2022, yang melarang ekspor prosesor canggih Nvidia ke China. Sebagai respons, Nvidia mengembangkan chip baru yang sesuai dengan aturan tersebut.
Meskipun pemerintah AS sempat memberikan izin ekspor terbatas, hubungan dagang kedua negara tetap tegang. Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu teknologi dalam persaingan ekonomi global.
Sementara itu, China juga menerapkan pembatasan ekspor mineral langka yang penting untuk produksi teknologi tinggi. Kebijakan ini menjadi bentuk balasan terhadap kebijakan Washington.
Untuk saat ini, Huang menegaskan bahwa proyeksi bisnis Nvidia tidak lagi memasukkan China sebagai bagian dari rencana pertumbuhan. Keputusan tersebut menunjukkan perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi kebijakan ekspor AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







