Akurat

Trump Izinkan Nvidia Jual Chip AI ke Pelanggan Tertentu di Cina

Petrus C. Vianney | 9 Desember 2025, 21:10 WIB
Trump Izinkan Nvidia Jual Chip AI ke Pelanggan Tertentu di Cina

AKURAT.CO Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Nvidia akan diizinkan menjual chip kecerdasan buatan (AI) canggih kepada sejumlah pelanggan yang telah disetujui di Cina. Kebijakan ini muncul di tengah perdebatan terkait risiko peningkatan kemampuan teknologi Cina.

Amerika Serikat selama ini khawatir bahwa penjualan chip tingkat tinggi dapat memperkuat persaingan AI dari Cina. Namun, pemerintah juga ingin mempertahankan dominasi ekosistem AI melalui perusahaan besar seperti Nvidia.

Chip yang disetujui adalah Nvidia H200, yang bukan merupakan produk paling mutakhir milik perusahaan. Model terbaru seperti Blackwell dan Rubin tidak termasuk dalam izin tersebut.

Trump mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Presiden Cina Xi Jinping mengenai keputusan ini. Ia mengklaim bahwa Xi merespons dengan sikap positif terhadap kebijakan tersebut.

"Kebijakan ini akan mendukung Pekerjaan Amerika, memperkuat AS. Manufaktur, dan menguntungkan Pembayar Pajak Amerika," ujar Trump dalam postingannya, dikutip Selasa (9/12/2025).

Menurut Trump, kebijakan ini dinilai mampu mendukung lapangan kerja di AS dan memperkuat sektor manufaktur domestik. Ia juga menyebut kebijakan tersebut akan memberikan manfaat bagi para pembayar pajak.

Nvidia menyambut keputusan itu dan menyatakan bahwa proses pemeriksaan pelanggan oleh Departemen Perdagangan dapat menjaga keseimbangan antara ekonomi dan keamanan nasional. Perusahaan menilai kebijakan ini menjadi langkah bijak bagi industri teknologi AS.

Trump menambahkan bahwa Departemen Perdagangan sedang merampungkan aturan untuk perusahaan chip lain seperti AMD dan Intel. Regulasi ini akan mengatur penjualan teknologi mereka ke pasar luar negeri.

Meskipun begitu, terdapat kekhawatiran bahwa Cina dapat menggunakan chip tersebut untuk memperkuat pengembangan AI mereka sendiri. Nilai pasar Nvidia yang mencapai sekitar $4,5 triliun (sekitar Rp75 kuadriliun) turut terdorong naik setelah pengumuman tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.