Meta Kembali Rekrut Ahli AI Berpengalaman, Perkuat Tim Riset Generatif

AKURAT.CO Dalam perkembangan terbaru tentang kemampuan teknologi AI, Meta kembali membuat langkah strategis dengan merekrut talenta AI ternama. Andrew Tulloch, salah satu pendiri Thinking Machines Lab, meninggalkan startup tersebut dan bergabung dengan Meta.
Dilansir oleh Times of India, sebelumnya, Tulloch pernah bekerja lama di Meta dan kemudian di OpenAI sebelum mendirikan Thinking Machines Lab bersama Mira Murati. Selain Tulloch, Meta juga telah menggaet sejumlah figur penting lain dari Scale AI, sebagai bagian dari investasi besar-besaran yang mereka lakukan dalam infrastruktur dan riset AI.
Perpindahan ini bukan hanya soal menambah orang. Ini mencerminkan upaya Meta mempercepat pengembangan teknologi generatif dan aplikasinya dalam produk-produk nyata, baik di Instagram, Facebook, WhatsApp maupun platform AI khusus.
Talenta-talentanya akan berkontribusi dalam pengembangan model, alat pengembangan (tools), sistem AI internal, dan algoritma rekomendasi. Dengan pengguna produk Meta dalam skala miliaran, setiap peningkatan dalam kemampuan AI mereka memiliki potensi dampak sangat besar bagi pengalaman pengguna global.
Langkah seperti ini mengikuti pola yang semakin umum di industri teknologi, dimana perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba menarik talenta AI top untuk memperkuat keunggulan kompetitif mereka.
Bagi pengguna, ini bisa berarti fitur-fitur baru yang lebih canggih, respons AI yang lebih natural, dan integrasi AI ke pengalaman sehari-hari yang terasa lebih mulus. Tetapi juga meningkatkan ekspektasi pengguna terhadap privasi, transparansi, dan propaganda algoritma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









