Akurat

Siap Jadi Pemimpin Global Aksi Iklim, China Umumkan Target Baru Pengurangan Emisi

Yusuf Tirtayasa | 12 Oktober 2025, 19:55 WIB
Siap Jadi Pemimpin Global Aksi Iklim, China Umumkan Target Baru Pengurangan Emisi

AKURAT.CO China resmi mengumumkan komitmen barunya untuk menekan emisi gas rumah kaca melalui pidato Presiden Xi Jinping di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu. Dalam pernyataan itu, Xi memperkenalkan rencana pertama yang secara spesifik menargetkan pengurangan emisi nasional.

Negeri Tirai Bambu tersebut bertekad memangkas emisi antara 7 persen hingga 10 persen pada tahun 2035, sesuai dengan kebijakan iklim terbarunya. Sebagai penghasil emisi terbesar di dunia, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa China ingin berperan lebih besar dalam upaya global melawan perubahan iklim.

Target ini dianggap bersejarah karena untuk pertama kalinya Beijing menetapkan angka konkret pengurangan emisi. Para peneliti menilai tujuan tersebut cukup realistis untuk dicapai, bahkan beberapa pihak percaya China bisa melampaui target yang telah ditetapkan.

Meski demikian, sejumlah kalangan menyebut komitmen baru itu masih belum memadai untuk menjaga kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celcius, seperti yang disepakati dalam Perjanjian Paris. Kritik tersebut muncul karena target China dinilai belum sejalan dengan urgensi krisis iklim global yang semakin meningkat.

"Target iklim baru Tiongkok mengecewakan dan transformatif," ujar Andreas Sieber selaku Direktur Asosiasi Kebijakan dan Kampanye di organisasi lingkungan 350.org, dikutip dari Live Science, Sabtu (11/10/2025).

Berdasarkan data Emissions Database for Global Atmospheric Research (EDGAR), China menyumbang sekitar 29 persen dari total emisi gas rumah kaca dunia pada tahun 2024. Di bawahnya, Amerika Serikat berkontribusi 11,1 persen, sementara India menyumbang 8,2 persen dari total emisi global.

Namun, di sisi lain, China juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam transisi energi terbarukan. Pada akhir tahun 2024, negara tersebut telah memasang kapasitas gabungan 1.200 gigawatt (GW) tenaga surya dan angin, melampaui target nasional untuk tahun 2030 enam tahun lebih cepat.

Meskipun batu bara masih mendominasi pembangkit listrik di China, peningkatan pesat energi hijau menunjukkan arah kebijakan yang lebih pro-lingkungan. Hal ini menandakan bahwa Beijing mulai serius mempersiapkan diri untuk mencapai target iklim yang baru dicanangkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.