China Tawarkan Diskon Listrik Besar bagi Perusahaan AI yang Gunakan Chip Lokal

AKURAT.CO Beberapa provinsi di China kini memberikan potongan harga listrik besar bagi perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang memakai chip buatan lokal. Kebijakan ini merupakan upaya strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional di sektor AI dan semikonduktor.
Provinsi Gansu, Guizhou dan Mongolia Dalam menawarkan diskon hingga 50 persen untuk tarif listrik industri di pusat data AI. Dengan kebijakan tersebut, biaya listrik dapat turun menjadi sekitar 0,4 yuan per kWh atau setara 5,6 sen dolar Amerika Serikat.
Selain potongan harga, pemerintah daerah juga memberikan insentif tunai bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Dukungan ini dirancang untuk membantu pusat data tetap beroperasi secara efisien hingga satu tahun penuh.
Daerah-daerah seperti Gansu, Guizhou dan Mongolia Dalam dikenal memiliki pasokan listrik yang melimpah. Harga dasar listrik di wilayah ini juga lebih rendah dibandingkan kawasan pesisir China, sebagaimana dikutip dari Financial Times, Rabu (12/11/2025).
Infrastruktur energi yang kuat membuat jaringan listrik di wilayah tersebut siap menopang kebutuhan besar dari pusat data AI. Dorongan pemerintah terhadap penggunaan energi terbarukan semakin memperkuat kesiapan sistem kelistrikan nasional.
Kebijakan insentif ini hadir setelah pemerintah China melarang penggunaan chip AI buatan Nvidia. Larangan tersebut menyebabkan konsumsi daya pusat data meningkat hingga 50 persen karena efisiensi chip lokal masih tertinggal.
Meski begitu, produsen chip dalam negeri seperti Huawei, Cambricon, Alibaba dan Biren terus berupaya mengejar ketertinggalan. Huawei bahkan memimpin dengan chip AI unggulannya, Ascend 910C, yang menjadi simbol kemajuan teknologi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







