Wamenkomdigi Ingatkan Media Waspada Risiko Disinformasi dari AI

AKURAT.CO Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menilai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di industri media sudah tidak bisa dihindari. Namun, ia menekankan agar pekerja media tetap berhati-hati dalam menggunakannya.
"AI memberi manfaat besar, tapi juga berisiko. Risiko misinformasi dan disinformasi harus diminimalkan," ujar Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Senin (29/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa AI dalam jurnalisme berkaitan dengan dua hal utama. Pertama, penggunaannya di ruang redaksi secara tepat, dan kedua, ketahanan media di tengah derasnya perkembangan teknologi baru.
"Teknologi harus mendukung pekerjaan jurnalistik, bukan menggesernya," tegasnya.
Nezar menambahkan bahwa pemerintah bersama 17 pemangku kepentingan telah menyelesaikan pembahasan Peta Jalan AI Nasional. Dua dokumen yang sedang difinalisasi adalah buku putih peta jalan dan panduan keamanan penggunaan serta pengembangan AI.
"Targetnya akhir bulan ini masuk ke tahap harmonisasi agar sejalan dengan regulasi lain," jelasnya.
Nezar juga menyoroti demonstrasi AI lokal yang ditujukan untuk membantu pekerja media. Ia menilai pengembangan teknologi dalam negeri sangat penting untuk kedaulatan digital.
"Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang dan penyedia AI. Kedaulatan digital sangat penting di tengah dinamika geopolitik hari ini. Kita ingin AI yang mandiri dan lahir dari anak-anak bangsa," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









