Memperingati Korban Kekerasan Agama, PBB Soroti Peran Teknologi Digital

AKURAT.CO Setiap tanggal 22 Agustus, dunia memperingati International Day Commemorating the Victims of Acts of Violence Based on Religion or Belief. Peringatan ini ditetapkan Majelis Umum PBB melalui Resolusi A/RES/73/296 pada 2019.
Hari peringatan ini bertujuan mengingatkan dunia akan pentingnya melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan. Selain itu, PBB juga ingin memberi dukungan nyata kepada para korban dan keluarga mereka.
Dikutip dari United Nations, Jumat (22/8/2025), Sekretaris Jenderal PBB dalam pesannya tahun 2024 menekankan pentingnya solidaritas terhadap korban kekerasan berbasis agama. Ia juga menyerukan langkah pencegahan, perlindungan dan pemulihan yang berlandaskan hak asasi manusia.
Dalam era digital, ujaran kebencian dan disinformasi sering kali menyebar luas melalui media sosial dan platform daring. Kondisi ini membuat kekerasan berbasis agama berpotensi meluas dari dunia maya ke dunia nyata.
Kantor PBB untuk Pencegahan Genosida pada 2023 merilis panduan bagi pembuat kebijakan untuk menangani ujaran kebencian online. Rekomendasi ini mencakup transparansi platform, literasi digital, serta promosi narasi positif.
UNESCO juga mengambil langkah penting dalam mengatasi ujaran kebencian di ranah digital. Melalui pendidikan dan literasi media, lembaga ini berupaya membangun kesadaran publik agar lebih bijak menggunakan teknologi.
Selain itu, UNESCO mengeluarkan Guidelines for Regulating Digital Platforms. Panduan ini membantu negara dan perusahaan teknologi menyusun kebijakan yang adil, melindungi hak asasi, serta mengurangi konten berbahaya.
Salah satu poin penting dari pedoman tersebut adalah akuntabilitas algoritma media sosial. Transparansi sistem rekomendasi dan mekanisme banding yang adil dianggap sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
UNESCO menegaskan bahwa tata kelola platform digital harus selaras dengan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR). Hal ini memastikan kebijakan moderasi tidak mengekang kebebasan berekspresi.
Momentum 22 Agustus juga berdekatan dengan Hari Peringatan dan Penghormatan kepada Korban Terorisme pada 21 Agustus. Karena itu, dua hari penting ini sering digunakan untuk memperkuat agenda melawan kekerasan dan ekstremisme.
Kehadiran teknologi digital diakui memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia menjadi alat komunikasi dan penyebaran informasi; di sisi lain, bisa digunakan untuk menyebarkan kebencian.
PBB menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara, perusahaan teknologi, media dan masyarakat sipil. Dengan cara itu, pencegahan kekerasan berbasis agama di ranah digital dapat lebih efektif.
Literasi digital dianggap sebagai kunci utama untuk mengurangi dampak ujaran kebencian. Masyarakat perlu memahami cara memilah informasi, melaporkan konten berbahaya dan membangun ruang digital yang sehat.
Selain edukasi, peningkatan moderasi konten berbasis hak asasi manusia juga diperlukan. Mekanisme ini harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan ketidakadilan baru.
Dengan peringatan 22 Agustus, PBB berharap dunia lebih sadar akan bahaya kekerasan berbasis agama yang bisa dipicu oleh teknologi digital. Momentum ini menjadi ajakan bersama untuk menjadikan internet sebagai ruang inklusif dan aman bagi semua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








