AI Dibahas di Puncak Agenda PBB: Membentuk Kerangka Global untuk Pengaturan AI

AKURAT.CO Dalam sidang tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar pekan ini, kecerdasan buatan (AI) resmi dimasukkan sebagai salah satu tantangan global yang harus mendapat perhatian serius di ranah diplomasi.
Mengutip AP News pada Rabu (24/9/2025) langkah ini menandai titik balik dimana AI tidak hanya soal bisnis atau teknologi, melainkan juga menjadi isu kebijakan internasional. PBB mengadopsi sebuah resolusi untuk membentuk dua badan baru: Forum Global Dialog AI dan panel ilmiah independen yang terdiri dari 40 pakar.
Forum pertama direncanakan dilangsungkan di Jenewa pada 2026 dan berikutnya di New York pada 2027. Tujuannya merumuskan standar global, menyepakati “garis merah (red lines)” terkait penggunaan AI, dan menjembatani kesenjangan regulasi antarnegara di tengah percepatan inovasi.
Meski disambut positif karena sifatnya inklusif, beberapa pengamat mengkritik bahwa laju birokrasi PBB mungkin lambat dibanding perkembangan AI yang sangat cepat. Para peneliti dari lembaga seperti OpenAI dan DeepMind mendorong agar perjanjian internasional soal AI tidak hanya bersifat retorika, melainkan memiliki mekanisme penegakan seperti dalam pengawasan nuklir atau regulasi penerbangan.
Implikasi bagi Indonesia dan negara berkembang cukup besar, dimana pengaturan global mungkin akan memengaruhi disiplin keamanan data, regulasi AI domestik, serta kolaborasi teknologi antarnegara. Negara dinilai perlu mempersiapkan sikap diplomasi teknologi agar suara Asia Tenggara juga didengar dalam forum baru ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








