Akurat

Apa Itu Content Moderator: Tugas, Gaji, dan Cara Menjadi Moderator di Platform Digital

Ratu Tiara | 6 Oktober 2025, 16:45 WIB
Apa Itu Content Moderator: Tugas, Gaji, dan Cara Menjadi Moderator di Platform Digital

AKURAT.CO Ingin tahu apa itu Content Moderator? Pelajari tugas utama mereka sebagai penjaga gerbang internet yang menyaring konten kekerasan, hoax, dan ujaran kebencian di platform digital. Simak juga kisaran gaji di Indonesia.

 Baca Juga: KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Digital di UNS Solo

Pernah Dengar Istilah Content Moderator?

Pernahkah kamu berpikir kenapa jarang sekali melihat konten aneh, kasar, atau berbahaya di media sosial besar seperti Instagram, TikTok, atau YouTube? Ternyata, ada orang-orang yang bekerja keras di balik layar untuk menjaga dunia online tetap bersih mereka disebut content moderator.

Meskipun jarang terdengar namanya, profesi ini punya peran besar dalam memastikan setiap konten yang muncul tetap aman, sopan, dan sesuai dengan aturan.

Tanpa mereka, media sosial bisa dipenuhi kata-kata kebencian, berita palsu, atau gambar yang tidak pantas. Jadi bisa dibilang, para content moderator ini adalah penjaga gerbang internet yang memastikan dunia maya menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang.

Apa Itu Content Moderator?

Secara sederhana, content moderator adalah seseorang yang menyaring, memeriksa, dan menilai apa yang diposting pengguna di situs digital. Konten tersebut bisa berupa tulisan, gambar, video, komentar, atau pendapat. Tujuan utamanya? Untuk memastikan bahwa konten tersebut mengikuti aturan dan pedoman komunitas di situs tersebut.

Menurut laporan International Labour Organization, moderasi konten masuk dalam kategori kerja di platform yang fokus pada pemantauan aktivitas digital dan menjaga keamanan pengguna. 

Dengan demikian, peran content moderator merupakan bagian yang penting dalam ekosistem ekonomi digital global.

Bayangkan jika tidak ada moderator. Berandamu bisa dipenuhi ujaran kebencian, berita palsu, atau hal-hal yang tidak sesuai dengan norma. Jadi, bisa dibilang seorang content moderator itu seperti “pembersih” dunia digital.

 Baca Juga: Trump Tandatangani Kesepakatan TikTok Senilai Rp233 Triliun di Amerika Serikat

Tugas Seorang Content Moderator

Apa yang dilakukan oleh seorang content moderator sebenarnya tergantung pada kebijakan setiap platform, tetapi secara umum mencakup hal-hal berikut:

1. Melihat Apa yang Diupload Pengguna

Setiap hari, moderator memeriksa banyak postingan untuk memastikan tidak ada hal buruk seperti kekerasan, konten dewasa, kata-kata kasar, atau berita palsu.

2. Menemukan dan Menghapus Konten yang Melanggar

Jika ada sesuatu yang melanggar aturan, moderator akan menandainya untuk diperiksa ulang atau langsung menghapusnya dari platform.

3. Menilai Seberapa Berisiko Sebuah Konten

Beberapa konten mungkin tidak langsung dihapus, tetapi diberi batasan seperti peringatan usia atau label “sensitif.”

4. Memberikan Masukan ke Tim Kebijakan atau AI

Moderator sering bekerja sama dengan tim keamanan dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mendeteksi konten berbahaya.

5. Menjaga Kesehatan Komunitas Online

Moderator membantu menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman, di mana semua orang diperlakukan dengan adil tanpa ancaman atau intimidasi.

Singkatnya, mereka adalah “filter manusia” sebelum algoritma bekerja lebih jauh.

Skill yang Harus Dimiliki Content Moderator

Menjadi content moderator membutuhkan kemampuan yang cukup rumit, bukan hanya sekadar menekan tombol "hapus" atau "izin."

Berikut beberapa kemampuan penting yang harus dimiliki:

  • Kemampuan memperhatikan detail secara tinggi, karena satu kesalahan bisa menimbulkan dampak yang besar.
  • Kemampuan menganalisis dengan cepat, agar bisa mengevaluasi ribuan konten setiap hari.
  • Emosi yang stabil dan memiliki rasa empati yang tinggi, karena bisa terpapar berbagai jenis konten yang ekstrem.
  • Pemahaman tentang hukum digital dan etika di dunia maya.
  • Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, agar bisa memahami konteks secara global.

Beberapa perusahaan seperti Meta dan TikTok bahkan memberikan layanan psikologis serta sistem jadwal kerja yang teratur bagi content moderator, agar bisa mengurangi tekanan yang muncul akibat paparan konten negatif.

Berapa Gaji Content Moderator di Indonesia?

Nah, bagian ini pasti banyak bikin penasaran. Berdasarkan berbagai sumber rekrutmen profesional seperti Jobstreet, Glints, dan LinkedIn, gaji content moderator di Indonesia cukup bervariasi tergantung pada pengalaman, perusahaan, dan tanggung jawab kerjanya.

  • Level entry (pemula):sekitar Rp4 – 6 juta per bulan
  • Level menengah (berpengalaman): bisa mencapai Rp7 – 10 juta per bulan
  • Level senior / spesialis: bisa di atas Rp12 juta per bulan

Untuk perusahaan global seperti Meta (Facebook) atau ByteDance (TikTok), ada juga posisi moderator kontrak dengan bayaran per jam yang bisa mencapai Rp80.000 – Rp150.000/jam tergantung beban kerja.

Selain gaji, beberapa perusahaan memberi benefit tambahan seperti asuransi kesehatan, konseling psikologis, dan fasilitas kerja jarak jauh.

Tantangan dalam Profesi Content Moderator

Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini punya tantangan besar. Setiap hari moderator bisa melihat ratusan konten ekstrem mulai dari kekerasan hingga eksploitasi.

Menurut UNI Global Union banyak moderator mengalami tekanan psikologis karena terlalu sering berhadapan dengan materi sensitif.

Itulah sebabnya banyak perusahaan kini menyediakan pelatihan mental health, cuti tambahan, hingga rotasi kerja agar moderator bisa tetap sehat dan produktif.

Cara Menjadi Content Moderator di Indonesia

Kalau kamu tertarik berkarier di bidang ini, berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba:

  • Pelajari pedoman komunitas media sosial. Setiap platform punya aturan sendiri soal konten.
  • Ikuti pelatihan online gratis. Situs seperti Google Digital Garage dan Coursera punya kursus tentang etika digital dan moderasi konten.
  • Perkuat kemampuan komunikasi dan analisis. Banyak perusahaan mencari orang yang bisa berpikir cepat dan adil.
  • Cari lowongan resmi di situs terpercaya. Gunakan platform seperti LinkedIn, Jobstreet, atau Glints dengan kata kunci “content moderator” atau “trust & safety.”
  • Siapkan CV yang profesional dan tunjukkan empati serta tanggung jawab sosial.
  • Dengan pengalaman yang cukup, kamu bisa naik ke posisi seperti Policy Specialist, Team Lead, atau AI Training Supervisordi perusahaan teknologi besar.

Mengapa Profesi Ini Penting di Era Digital?

Setiap menit, jutaan konten diunggah ke internet.

Tanpa adanya content moderator, dunia maya bisa terisi dengan berita palsu, ujaran kebencian, atau kejahatan digital. Maka dari itu, pekerjaan content moderator merupakan salah satu pekerjaan yang sangat vital, terutama di tengah perkembangan teknologi AI yang belum mampu sepenuhnya menggantikan keputusan manusia.

Jadi, jika kamu tertarik bekerja di dunia digital tapi tidak ingin jadi kreator, profesi content moderator bisa jadi pilihan karier yang stabil dan memiliki dampak sosial yang besar.

Profesi content moderator adalah pekerjaan yang sangat penting di zaman digital saat ini. Tugas utamanya adalah memastikan media sosial tetap aman, memberi informasi yang benar, dan bebas dari materi negatif.

Meskipun pekerjaan ini memiliki risiko dampak psikologis yang tinggi, tetapi kontribusinya terhadap keamanan dunia maya sangat besar.

Dengan memiliki keterampilan, rasa empati, dan mental yang tangguh, kamu bisa memulai karier yang stabil di bidang teknologi melalui profesi ini.

Nia Ayunia (Magang)

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R