Akurat

Cara Monetisasi YouTube Selain AdSense yang Legal dan Menguntungkan

Eko Krisyanto | 31 Desember 2025, 15:10 WIB
Cara Monetisasi YouTube Selain AdSense yang Legal dan Menguntungkan

AKURAT.CO YouTube tidak hanya menghasilkan uang dari AdSense. Bagi kreator pemula maupun channel yang belum memenuhi syarat monetisasi YouTube Partner Program (YPP), ada banyak cara monetisasi YouTube selain AdSense yang legal dan berpotensi menghasilkan pendapatan stabil.

Bahkan, beberapa kreator justru mendapatkan penghasilan utama dari sumber non-AdSense.

Baca Juga: Aman dan Mudah, Ini Dua Cara Mengunduh Video YouTube Gratis Tanpa Premium

1. Endorsement dan Brand Deal

Kerja sama berbayar dengan brand adalah salah satu sumber penghasilan terbesar YouTuber dibanding AdSense.

Brand akan membayar untuk penempatan produk, review, atau penyebutan singkat (shout out) di dalam video.

Keuntungan Endorsement bagi Kreator

  • Tidak perlu memenuhi syarat YouTube Partner Program (YPP)
  • Penghasilan bisa lebih besar dibanding AdSense per video
  • Pembayaran biasanya per konten atau paket kerja sama
  • Cocok untuk berbagai niche seperti lifestyle, teknologi, edukasi, kecantikan, parenting, hingga UMKM

Bahkan, banyak kreator menjadikan endorsement sebagai sumber penghasilan utama karena nilainya lebih stabil dan dapat dinegosiasikan.

2. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah mempromosikan produk atau layanan milik pihak lain melalui link afiliasi.

Kreator akan mendapatkan komisi setiap kali penonton melakukan pembelian melalui link tersebut.

Link afiliasi biasanya ditempatkan di deskripsi video, komentar tersemat, atau disampaikan langsung dalam video.

Program afiliasi dapat berasal dari marketplace, brand teknologi, platform edukasi, hingga produk digital.

Keunggulan Affiliate Marketing

  • Tidak perlu memiliki produk sendiri
  • Bisa dimulai sejak channel masih kecil
  • Cocok untuk konten review, tutorial, rekomendasi, dan unboxing
  • Penghasilan bersifat pasif selama video tetap ditonton

Affiliate marketing sangat efektif jika kreator mampu memberikan ulasan jujur dan relevan dengan kebutuhan audiens.

3. Menjual Produk atau Jasa Sendiri

YouTube juga bisa dimonetisasi dengan menjual produk fisik, produk digital, atau jasa milik kreator sendiri. Metode ini memberikan kontrol penuh atas harga dan strategi penjualan.

Jenis produk yang bisa dijual antara lain:

  • Produk digital: e-book, kelas online, template, preset, atau modul belajar
  • Produk fisik: merchandise, buku cetak, atau produk UMKM
  • Jasa: konsultasi, desain, penulisan, public speaking, atau mentoring

Kreator dapat memanfaatkan YouTube sebagai sarana edukasi dan promosi tanpa terkesan hard selling.

4. Membership Channel dan Konten Eksklusif

Fitur YouTube Channel Membership memungkinkan kreator menawarkan konten eksklusif kepada subscriber berbayar dengan biaya bulanan mulai Rp19.900 di Indonesia.

Kreator bisa menyediakan berbagai benefit untuk membangun komunitas loyal dan pendapatan stabil selain AdSense, konten ini bisa berupa:

  • Video khusus member
  • Live streaming privat
  • Badge dan emoji eksklusif
  • Akses komunitas tertutup

Selain fitur bawaan YouTube, kreator juga bisa memanfaatkan platform pihak ketiga seperti Patreon atau Trakteer untuk menyediakan konten premium.

 Baca Juga: Panduan Frekuensi Posting di Youtube yang Ideal untuk Meningkatkan Engagement

5. Donasi dan Crowdfunding

Donasi dan dukungan penonton dapat menjadi sumber penghasilan pasif bagi kreator YouTube dengan audiens loyal, khususnya di niche edukasi, dakwah, atau konten kreatif independen.

Model ini mengandalkan apresiasi sukarela penonton tanpa persyaratan rumit seperti YouTube Partner Program (YPP).

Donasi bisa dilakukan melalui:

  • Super Chat dan Super Thanks

Fitur ini memungkinkan penonton memberi dukungan berbayar saat live streaming atau di video, dengan pesan yang tampil menonjol. Berlaku untuk channel yang memenuhi syarat, dengan potongan YouTube sekitar 30%.

  • Platform donasi seperti Saweria, Trakteer, dan PayPal

Saweria memungkinkan donasi sekali klik melalui link atau QRIS di deskripsi video dengan dukungan e-wallet (Gopay, OVO atau DANA), Trakteer cocok untuk donasi rutin atau sistem dukungan bertingkat (tier), sementara PayPal menjadi opsi donasi internasional dengan jangkauan global meski dikenakan biaya layanan yang lebih tinggi.

 

6. Menjual Lisensi Konten (Content Licensing)

Jika kreator memiliki video yang viral, unik, atau bernilai jurnalistik, konten tersebut bisa dijual lisensinya ke media atau pihak lain.

Contohnya seperti:

  • Video peristiwa unik
  • Footage edukasi atau dokumenter
  • Konten hiburan yang viral

Media atau brand akan membayar untuk menggunakan video tersebut secara legal dalam platform mereka.

7. Sponsorship Jangka Panjang (Brand Ambassador)

Berbeda dengan endorsement satu kali, brand ambassador merupakan kerja sama jangka panjang antara kreator dan brand. Kreator akan menjadi wajah atau perwakilan brand dalam jangka waktu tertentu.

Keuntungan brand ambassador:

  • Pendapatan lebih stabil
  • Hubungan profesional jangka panjang
  • Meningkatkan kredibilitas kreator

Biasanya brand memilih kreator yang konsisten, memiliki citra positif, dan sesuai dengan nilai brand.

Monetisasi YouTube tidak terbatas pada AdSense. Kreator dapat memanfaatkan berbagai peluang seperti endorsement, affiliate marketing, penjualan produk, membership, donasi, hingga lisensi konten.

Dengan strategi yang tepat dan konsistensi dalam membuat konten, YouTube berpotensi menjadi sumber penghasilan berkelanjutan, bahkan sebelum memenuhi syarat YouTube Partner Program.

Vidhia Ramadhanti (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R