Pakai AI, Kelompok Ransomware Baru 'Global Group' Targetkan AS hingga Brasil

AKURAT.CO Sejak Juni 2025, kelompok ransomware baru bernama GLOBAL GROUP muncul dan menargetkan berbagai sektor di Australia, Brasil, Eropa, dan Amerika Serikat. Peneliti dari EclecticIQ menyebut kelompok ini didirikan oleh aktor bernama “$$$” di forum gelap Ramp4u .
GLOBAL GROUP diyakini hasil rebranding dari BlackLock, yang sebelumnya merupakan evolusi dari Mamona, setelah situs BlackLock sempat diserang pada Maret lalu. Upaya ini dilakukan untuk memperluas jaringan afiliasi dan merevitalisasi reputasi mereka .
Uniknya, GLOBAL GROUP memanfaatkan initial access broker (IAB) untuk mendapatkan akses ke perangkat tepi (edge) yang rentan, seperti dari Cisco, Fortinet, dan Palo Alto. Peretas kemudian menggunakan brute-force pada Microsoft Outlook dan portal RDWeb untuk mendapatkan akses ke jaringan korban .
Kelompok ini menyediakan negotiation panel dan chatbots AI yang memungkinkan negosiasi otomatis dan mendukung afiliasi yang tidak mahir bahasa Inggris. Laporan menunjukkan mereka menawarkan skema bagi hasil hingga 85% kepada afiliasi .
Hingga 14 Juli, GLOBAL GROUP telah mengklaim 17 korban di holistik sektor, mulai dari layanan kesehatan di Australia dan AS, fabrikasi peralatan minyak & gas di Texas, hingga bisnis BPO di Brasil .
Teknologi ransomware buatan Go mereka dikenal unggul karena mampu mengenkripsi banyak data secara paralel. Malware ini juga menggunakan enkripsi ChaCha20‑Poly1305 dan dapat menyebar secara “domain‑wide” melalui protokol SMB .
Menurut EclecticIQ, GLOBAL GROUP ransomware menggunakan sistem berbasis chatbot AI yang mereka pakai untuk menekan korban agar membayar tebusan hingga jutaan dolar .
Global cyber threat landscape semakin berkembang dengan adopsi RaaS (Ransomware‑as‑a‑Service) yang semakin profesional, termasuk operator seperti Qilin, Akira, Play, SafePay, dan DragonForce serta munculnya pemain seperti GLOBAL GROUP .
Para ahli menyatakan bahwa model AI-negotiation ini memperluas jangkauan serangan dan mempersulit perusahaan mempertahankan pertahanan.
Perusahaan harus meningkatkan strategi keamanan terutama untuk melindungi perangkat edge dan menerapkan segmentasi akses yang ketat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








