Akurat

ABS Setujui Modul Tenaga Nuklir Terapung, Terobosan untuk Aplikasi Maritim 

Leo Farhan | 27 Juni 2025, 15:42 WIB
ABS Setujui Modul Tenaga Nuklir Terapung, Terobosan untuk Aplikasi Maritim 

AKURAT.CO American Bureau of Shipping (ABS), lembaga klasifikasi maritim ternama, telah menyetujui “Requirements for Nuclear Power Systems for Marine and Offshore Applications”, aturan industri pertama yang secara komprehensif dirancang untuk modul tenaga nuklir terapung bagi aplikasi laut dan lepas pantai.

Dokumen ini mencakup persyaratan klasifikasi untuk instalasi nuklir terapung seperti pembangkit tenaga listrik laut, unit produksi dan penyimpanan lepas pantai berbasis floating SMR (Small Modular Reactor).

Uniknya, ABS merancang kerangka yang fleksibel untuk berbagai teknologi reaktor dan mendorong kolaborasi erat antara regulator nuklir, otoritas negara bendera kapal (flag administration), dan ABS demi pengawasan serta perizinan penuh.

Pada forum bersama Idaho National Laboratory (INL), ABS mempresentasikan hasil studi kolaboratif dengan Herbert Engineering.

Studi ini mengeksplorasi aspek desain, operasi, dan emisi dari pembangkit nuklir terapung, menunjukkan potensi signifikan dalam menghubungkan sektor kelistrikan, industri, dan transportasi laut; sekaligus mendukung pengembangan e-ammonia dan e-hidrogen sebagai bahan bakar bersih

Christopher Wiernicki, Chairman & CEO ABS, menyatakan bahwa bahwa potensi nuklir dalam sektor maritim jauh lebih besar daripada sekadar reaktor di atas kapal.

"Energi nuklir dapat menghubungkan kebutuhan energi di sektor kelistrikan, industri, dan transportasi laut untuk mengoptimalkan produksi dan penggunaan energi, menjaga keandalan jaringan, serta mendukung dekarbonisasi. Belum lagi potensinya yang sangat besar untuk produksi bahan bakar bersih seperti e-amonia dan e-hidrogen."

Dokumen ini juga mencakup aturan teknis dan keselamatan kritikal, serta mendefinisikan peran: klasifikasi, regulator, bendera kapal, dan otoritas pelabuhan

ABS turut menekankan pentingnya keamanan publik dan regulasi yang matang, bekerja sama dengan lembaga seperti IAEA dan DOE AS, guna membangun kepercayaan terhadap teknologi nuklir modern, terutama floating SMR yang memiliki potensi untuk produksi energi stabil dan rendah emisi di lokasi terpencil.

Dengan langkah ini, ABS menegaskan perannya sebagai pionir dalam pengembangan energi nuklir maritim modern. Aturan ini menjadi fondasi penting sebelum teknologi ini dapat diterapkan secara luas di kapal atau platform di laut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.