Akurat

Iran Minta Warganya Hapus Aplikasi di Tengah Perang dengan Israel, Ini Respon WhatsApp

Petrus C. Vianney | 23 Juni 2025, 19:45 WIB
Iran Minta Warganya Hapus Aplikasi di Tengah Perang dengan Israel, Ini Respon WhatsApp

AKURAT.CO Di tengah memanasnya konflik dengan Israel, pemerintah Iran mengimbau warganya lewat televisi nasional. Warga diminta menghapus WhatsApp demi alasan keamanan.

Selain WhatsApp, warga juga disarankan untuk menghindari aplikasi berbasis lokasi lainnya. Namun, hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan bukti konkret yang mendukung tudingan tersebut.

Arahan ini muncul saat Iran mengalami hampir seluruh pemadaman internet nasional, sebagaimana dikutip dari TIME, Minggu (22/6/2025). Kondisi ini terjadi di tengah eskalasi serangan militer antara Iran dan Israel.

Menanggapi hal itu, WhatsApp menyayangkan tuduhan yang beredar. Mereka menegaskan bahwa semua pesan di platformnya dienkripsi end-to-end dan tidak bisa diakses oleh pihak mana pun, termasuk WhatsApp sendiri.

WhatsApp juga menegaskan bahwa mereka tidak melacak lokasi pengguna. Selain itu, mereka menyatakan tidak menyimpan data komunikasi secara massal.

Iran memang memiliki sejarah pembatasan terhadap aplikasi dan media sosial. Beberapa layanan populer seperti Telegram, Instagram dan X telah diblokir, meski banyak warga tetap mengaksesnya melalui VPN.

Pada 2022, WhatsApp dan Google Play sempat diblokir pemerintah Iran akibat gelombang protes nasional. Namun, akses ke kedua layanan tersebut kembali dibuka pada akhir 2024.

Isu privasi WhatsApp sebenarnya bukan hal baru. Awal tahun ini, Meta mengungkapkan bahwa pengguna WhatsApp, termasuk jurnalis, menjadi sasaran spyware buatan perusahaan Israel, Paragon Solutions.

Bahkan, NSO Group, pengembang spyware Pegasus, diperintahkan membayar denda besar kepada WhatsApp. Denda ini dijatuhkan akibat serangan siber yang terjadi pada tahun 2019.

Meta menegaskan, kasus ini merupakan langkah penting dalam memperjuangkan privasi pengguna dan melawan penggunaan spyware ilegal yang membahayakan keamanan digital secara global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.