AI Jadi Pendamping Dokter untuk Percepat Diagnosis Kanker Paru
AKURAT.CO Leeds Teaching Hospitals NHS Trust di Inggris memakai teknologi AI untuk mempercepat diagnosis penyakit seperti kanker paru-paru dan infeksi. AI ini menafsirkan rontgen dada agar pasien bisa segera ditangani.
Menurut pihak rumah sakit, teknologi ini akan bertindak sebagai 'co-pilot' bagi dokter. AI tersebut mampu mendeteksi hingga 85 jenis kelainan hanya dalam hitungan menit.
Dr Fahmid Chowdhury, konsultan radiologi yang memimpin proyek ini, menjelaskan bahwa AI dapat lebih cepat menandai hasil rontgen yang abnormal. Hal ini membuat penanganan dapat dilakukan lebih dini.
"Manfaat sebenarnya adalah begitu kita mulai menggunakan AI untuk menandai pembacaan abnormal yang akan kita lihat dari waktu ke waktu, dan sinar-X abnormal akan dilaporkan lebih cepat," ujarnya, dikutip dari BBC, Minggu (15/6/2025).
Tidak hanya itu, AI juga memberi ketenangan bagi pasien dengan hasil rontgen normal karena diagnosis bisa dipastikan lebih cepat. Setiap tahun, lembaga ini melakukan sekitar 135.000 rontgen dada.
Proyek ini adalah bagian dari Yorkshire Imaging Collaborative yang mencakup jaringan pencitraan di seluruh wilayah. Inisiatif ini didukung dana NHS AI Diagnostic Fund sebesar £21 juta untuk 11 jaringan pencitraan di Inggris.
Uji coba yang dilakukan di Leeds sejak bulan lalu telah menunjukkan hasil positif. AI berhasil mendeteksi kelainan yang mungkin terlewat saat pengamatan awal oleh manusia.
Meski begitu, Dr Chowdhury menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan dokter. Ia menjelaskan bahwa AI hanya berperan sebagai pendamping, bukan pengambil keputusan utama.
"AI adalah co-pilot daripada pilot, itu bukan menerbangkan pesawat. Dokter atau petugas kesehatan yang terlatih adalah," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik






