Ketatnya Persaingan Kerja: Ini 5 Profesi Digital yang Paling Dibutuhkan Industri Saat Ini

AKURAT.CO Persaingan di dunia kerja semakin ketat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,28 juta orang.
Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Lantas, keterampilan dan profesi seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri saat ini dan masa depan? Berikut lima profesi digital yang paling dicari dan memiliki prospek tinggi di dunia kerja:
1. Ilmu Komputer & Data Science
Profesi di bidang data science, software engineering, hingga cybersecurity menjadi tulang punggung industri digital masa kini.
Menurut laporan World Economic Forum 2023, pekerjaan seperti data analyst, AI specialist, dan cloud engineer akan terus berkembang dan sangat dibutuhkan hingga setidaknya tahun 2027.
Perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengolah data besar (big data), menciptakan sistem berbasis AI, dan menjaga keamanan informasi dari serangan digital yang semakin kompleks.
2. Kriminologi & Keamanan Siber
Di balik kemajuan teknologi, kejahatan siber juga ikut berkembang pesat. Di sinilah peran kriminolog digital dan ahli forensik siber sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Kaya Sumber Daya, Tapi Bangkrut: 5 Negara Ini Jadi Bukti Kekayaan Alam Bukan Jaminan Kemakmuran
Mereka yang memiliki latar belakang IT dan menguasai hukum digital mampu membantu perusahaan dalam mendeteksi, mencegah, dan mengungkap berbagai kejahatan siber seperti pencurian identitas, penipuan digital, hingga serangan siber lintas negara.
Profesi ini akan menjadi bagian dari sistem pertahanan informasi yang krusial, baik di sektor publik maupun swasta.
3. Komunikasi Digital & Content Strategist (Yang Tak Bisa Digantikan AI)
Mesin bisa meniru tulisan manusia, tapi tidak bisa merasakan pengalaman manusia secara utuh.
Kemampuan menciptakan narasi, membaca emosi audiens, dan menyusun strategi komunikasi digital adalah hal yang masih bergantung pada kreativitas manusia.
Riset McKinsey 2023 menyebutkan bahwa pekerjaan yang melibatkan creative thinking, empati, dan strategi komunikasi tetap relevan dan sulit tergantikan oleh AI.
Profesi seperti content strategist, brand storyteller, dan digital marketing specialist berperan penting dalam membangun identitas dan reputasi perusahaan di tengah derasnya arus informasi.
4. Teknik & Otomatisasi Industri
Perusahaan di bidang manufaktur, otomotif, dan energi kini mengandalkan mesin modern dalam proses produksinya.
Namun, mereka tetap memerlukan tenaga ahli yang menguasai robotic engineering dan digital automation untuk merancang sistem, memelihara mesin, serta memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Profesi seperti mechanical engineer dan automation specialist akan terus dicari, terutama di era industri 4.0 dan transisi menuju smart factory.
5. Kesehatan & Teknologi Medis
Pandemi COVID-19 menjadi pengingat akan pentingnya tenaga ahli di bidang kesehatan dan teknologi medis.
Baca Juga: Tokoh Adat Terlibat, Hutan Lindung Kampar Dibabat Jadi Kebun Sawit Ilegal
Kini, dunia medis semakin mengandalkan AI dalam diagnosis, deteksi penyakit, dan bahkan pengembangan obat.
Profesi seperti health data analyst, medical technologist, dan AI-driven diagnostic expert sangat dibutuhkan untuk mengembangkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan efisien.
Tantangan seperti virus baru dan penyakit yang belum ditemukan obatnya menjadikan sektor ini strategis untuk masa depan.
Kelima profesi di atas menunjukkan bahwa teknologi saja tidak cukup. Dunia kerja masa depan justru membutuhkan kolaborasi antara teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, seperti kreativitas, empati, dan kemampuan beradaptasi.
Maka, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya fokus mengasah hard skill, tetapi juga soft skill yang relevan agar mampu bertahan dan unggul dalam kompetisi kerja yang semakin dinamis. (Bayu Aji Pamungkas/magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










