Pekerjaan Lama Menghilang, Profesi Digital Baru Justru Bermunculan

AKURAT.CO Perubahan teknologi digital kerap dipersepsikan sebagai ancaman bagi dunia kerja. Otomatisasi, kecerdasan buatan, dan sistem berbasis algoritma disebut-sebut menghilangkan banyak pekerjaan manusia.
Namun di balik fenomena tersebut, muncul dinamika lain yang tak kalah penting: lahirnya profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
Laporan Future of Jobs dari World Economic Forum menunjukkan bahwa meski jutaan pekerjaan berpotensi tergantikan oleh mesin, jumlah pekerjaan baru yang tercipta justru lebih besar.
Profesi seperti analis data, spesialis AI, kreator konten digital, hingga pakar keamanan siber mengalami peningkatan permintaan secara signifikan.
Salah satu faktor utama perubahan ini adalah pergeseran kebutuhan industri. Perusahaan tidak lagi hanya mencari tenaga kerja operasional, tetapi individu yang mampu berpikir analitis, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi.
Keterampilan digital menjadi nilai tambah yang semakin krusial, bahkan di sektor non-teknologi. Namun transisi ini tidak selalu berjalan mulus.
Tantangan terbesar terletak pada kesenjangan keterampilan (skills gap). Banyak pekerja kehilangan pekerjaan bukan karena usia atau kinerja, melainkan karena keterampilan mereka tidak lagi relevan dengan kebutuhan zaman.
Para peneliti menekankan pentingnya reskilling dan upskilling sebagai strategi bertahan. Pendidikan tidak lagi berhenti di bangku sekolah, tetapi menjadi proses seumur hidup yang mengikuti perkembangan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








