Akurat

Apa Itu UX Researcher dan Tugasnya dalam Dunia Digital

Eko Krisyanto | 23 Desember 2025, 17:48 WIB
Apa Itu UX Researcher dan Tugasnya dalam Dunia Digital

AKURAT.CO UX Researcher atau User Experience Researcher adalah seorang profesional yang berperan dalam memahami perilaku, kebutuhan, dan motivasi pengguna terhadap suatu produk digital,seperti website, aplikasi, atau layanan online.

Melalui pendekatan riset dan analisis data, UX Researcher membantu perusahaan merancang pengalaman pengguna (user experience) yang lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. 

Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap elemen desain yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta kebiasaan pengguna.

Dalam proses pengembangan produk digital, UX Researcher menjadi “wakil pengguna” yang memberikan pandangan berbasis data agar keputusan desain tidak hanya didasarkan pada asumsi pembuatnya saja, tetapi juga pada bukti nyata dari perilaku pengguna.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Website Profesional dengan Bantuan AI, Tanpa Perlu Jago Coding!

Deskripsi dan Tanggung Jawab UX Researcher

Secara umum, UX Researcher bertugas menjawab pertanyaan mendasar dalam proses desain:

“Apa sebenarnya yang dibutuhkan pengguna dari produk ini?”

Untuk menemukan jawabannya, mereka melakukan berbagai jenis penelitian, mulai dari observasi perilaku, wawancara pengguna, hingga pengujian prototipe. 

Setiap temuan kemudian digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan tampilan, fitur, maupun alur penggunaan produk digital.

Berikut beberapa tanggung jawab utama seorang UX Researcher:

1. Melakukan Riset Pengguna

Mengadakan wawancara, survei, atau focus group discussion guna menggali pengalaman, kebutuhan, dan kendala pengguna dalam menggunakan produk.

2. Menganalisis Data Pengguna

Mengolah data kualitatif dan kuantitatif untuk menemukan pola perilaku serta tren yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan desain.

3. Menguji Prototipe dan Wireframe

Bekerja sama dengan tim desain untuk menguji rancangan awal (prototype) sebelum produk benar-benar dikembangkan.

4. Berkoordinasi dengan Tim Desain dan Developer

Menyampaikan hasil riset kepada tim produk agar setiap temuan dapat diterapkan dalam tahap pengembangan aplikasi atau situs web.

5. Mempresentasikan Temuan kepada Stakeholder

UX Researcher harus mampu menjelaskan hasil penelitian secara jelas kepada manajer produk, desainer, maupun klien agar strategi bisnis lebih terarah.

Baca Juga: Cara Menjadi Penulis Lepas di Website Luar Negeri dengan Mudah

Keterampilan yang Harus Dimiliki UX Researcher

Pekerjaan UX Researcher membutuhkan kombinasi antara kemampuan analisis, empati, komunikasi, dan kerja sama tim. Berikut sejumlah keterampilan penting yang harus dimiliki:

  • Empati yang Tinggi

Kemampuan memahami perasaan dan sudut pandang pengguna adalah kunci utama. UX Researcher harus bisa melihat dari sisi pengguna, bukan hanya dari sisi teknis produk.

  • Analisis Data yang Kuat

Seorang peneliti UX perlu mampu membaca data dan menemukan makna di balik angka serta tanggapan pengguna untuk dijadikan dasar rekomendasi desain.

  • Komunikasi Efektif

Hasil riset harus disampaikan secara jelas, baik melalui laporan tertulis, presentasi, maupun diskusi agar mudah dipahami oleh tim lintas divisi.

  • Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Dunia digital terus berkembang, sehingga UX Researcher harus selalu ingin belajar tentang perilaku pengguna, tren teknologi, dan metode riset terbaru.

  • Kemampuan Memecahkan Masalah

UX Researcher dituntut berpikir kritis dan kreatif dalam menemukan cara baru untuk memahami pengguna dan menyelesaikan tantangan desain kompleks.

  • Kerja Sama Tim

Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi dengan desainer, pengembang, dan pemangku kepentingan lain sangat penting untuk menciptakan pengalaman pengguna terbaik.

  • Pemahaman Teknis Dasar

Meski tidak wajib bisa coding, pengetahuan dasar tentang proses desain dan pengembangan digital serta penggunaan alat riset seperti Figma, Hotjar, atau Google Analytics sangat membantu efektivitas kerja.

Bagaimana Cara Menjadi UX Researcher?

Profesi UX Researcher bisa dimulai dari berbagai latar belakang, seperti psikologi, desain komunikasi visual, ilmu komputer, atau pemasaran. Namun, ada beberapa langkah umum untuk memulai karier ini:

Menempuh Pendidikan Formal yang Relevan

Lulusan dari bidang psikologi, teknologi informasi, komunikasi, atau marketing umumnya memiliki dasar yang kuat untuk memahami perilaku pengguna.

Menguasai Metodologi Riset

Pahami metode riset kualitatif (wawancara, observasi) dan kuantitatif (survei, analisis data) untuk mengumpulkan dan menginterpretasi informasi secara akurat.

Belajar Tentang Desain dan UI/UX

Pengetahuan tentang desain antarmuka pengguna (user interface design) akan membantu dalam memahami konteks riset dan proses pengembangan produk.

Belajar Tentang Desain dan UI/UX

Pengetahuan tentang desain antarmuka pengguna (user interface design) akan membantu dalam memahami konteks riset dan proses pengembangan produk.

Membangun Portofolio Riset

Dokumentasikan hasil riset dan studi kasus UX yang pernah kamu lakukan agar bisa menunjukkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah kepada calon pemberi kerja.

Mengasah Soft Skills

Kemampuan komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu sangat berpengaruh dalam karier UX Researcher.

Nadira Maia Arziki (Magang)

 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R