Akurat

Microsoft Perkenalkan Chip Majorana 1, Terobosan Baru dalam Komputasi Kuantum

Petrus C. Vianney | 24 Februari 2025, 18:34 WIB
Microsoft Perkenalkan Chip Majorana 1, Terobosan Baru dalam Komputasi Kuantum

AKURAT.CO Microsoft baru saja mengumumkan terobosan penting dalam dunia komputasi kuantum dengan meluncurkan prosesor Majorana 1.

Chip ini merupakan hasil penelitian selama 17 tahun untuk mengembangkan material dan arsitektur baru yang diharapkan dapat membuka potensi komputasi kuantum dalam menyelesaikan masalah skala industri.

Berbeda dengan prosesor tradisional, Majorana 1 tidak menggunakan elektron untuk komputasi, melainkan memanfaatkan partikel Majorana yang pertama kali dijelaskan oleh fisikawan Ettore Majorana pada tahun 1937.

Dengan pendekatan ini, Microsoft yakin bisa memasukkan hingga satu juta qubit ke dalam satu chip berukuran hampir sama dengan CPU pada PC desktop atau server.

Qubit, unit informasi dalam komputasi kuantum, jauh lebih sensitif dibandingkan bit biner yang digunakan komputer konvensional.

Oleh karena itu, banyak perusahaan seperti IBM, Google dan Microsoft berlomba-lomba mencari cara membuat qubit lebih andal dan stabil.

Melalui Majorana 1, Microsoft berharap bisa menciptakan qubit topologis yang lebih tahan terhadap kesalahan dan gangguan.

Microsoft mencapai pencapaian ini dengan menciptakan 'topokonduktor pertama di dunia', yaitu material baru yang tidak hanya bisa mengamati tetapi juga mengontrol partikel Majorana.

Mereka menggunakan kombinasi bahan indium arsenida dan aluminium untuk menciptakan delapan qubit topologis dalam satu chip, yang diharapkan bisa berkembang hingga satu juta qubit.

Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Nature, Microsoft menjelaskan bagaimana qubit topologis ini dapat digunakan untuk melakukan simulasi yang lebih akurat, membuka peluang terobosan dalam ilmu material dan kedokteran.

Menurut Chetan Nayak, rekan teknis di Microsoft, komputer kuantum dengan satu juta qubit bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah kompleks yang selama ini sulit dipecahkan.

Keberhasilan ini membawa Microsoft ke fase akhir dari program US2QC (Unconventional Systems for Utility-Scale Quantum Computing) yang diadakan oleh DARPA.

Dalam beberapa tahun ke depan, Microsoft akan membangun prototipe komputer kuantum yang toleran terhadap kesalahan, bukan dalam hitungan dekade seperti yang diperkirakan sebelumnya.

"Komputer kuantum sejuta qubit bukan hanya tonggak sejarah, ini adalah pintu gerbang untuk memecahkan beberapa masalah tersulit di dunia," kata Nayak, dikutip dari TheVerge, Minggu (23/2/2025).

Microsoft optimis bahwa arsitektur topologis yang mereka kembangkan dapat diskalakan dan menjadi kunci untuk komputasi kuantum yang lebih berguna di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.