CEO ARM Prediksi DeepSeek Akan Dilarang di AS

AKURAT.CO CEO ARM, Rene Haas, menyatakan keraguannya terhadap klaim kinerja chatbot AI asal China, DeepSeek, serta kemungkinan larangan penggunaannya di Amerika Serikat (AS).
"Mereka melakukan ini dengan anggaran terbatas. Saya pikir di situlah orang-orang terlalu banyak mengindeks mungkin dunia akan berakhir," ujarnya, dikutip dari 9To5Mac, Senin (10/2/2025).
DeepSeek mengejutkan dunia AI setelah merilis tolok ukur yang menunjukkan kinerjanya setara dengan model AI terbaik saat ini.
Para ahli pun membenarkan klaim tersebut, menimbulkan kekhawatiran bahwa China mampu mencapainya dengan biaya pengembangan yang lebih rendah dibandingkan perusahaan AI AS.
Ketakutan ini berdampak pada anjloknya harga saham perusahaan teknologi AS, kecuali Apple. Investor khawatir persaingan semakin ketat dan valuasi perusahaan AI AS bisa dinilai terlalu tinggi.
Haas mempertanyakan klaim bahwa China berhasil mengembangkan DeepSeek dengan daya komputasi lebih kecil dibandingkan model seperti ChatGPT.
Ia menilai jika klaim tersebut benar, maka perusahaan AI AS seharusnya sudah mulai mengadopsi metode serupa dan memangkas anggaran mereka, sesuatu yang belum terjadi hingga saat ini.
Haas juga meyakini DeepSeek berpotensi dilarang di AS, meskipun ia tidak memiliki informasi orang dalam terkait hal ini.
Menurutnya, larangan tersebut bisa menjadi langkah logis bagi pemerintah AS, mengingat sebelumnya mereka mempertimbangkan pelarangan TikTok karena alasan keamanan nasional.
Di luar kontroversi DeepSeek, Haas menyoroti potensi AI dalam dunia medis.
Ia optimistis bahwa teknologi AI dapat membantu penelitian DNA dan RNA, bahkan membuka peluang untuk menemukan obat kanker dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







