Roy Suryo Apresiasi Kinerja Menkomdigi Meutya Hafid: Lebih Baik dari Sebelumnya

AKURAT.CO Pemerhati telematika, multimedia, dan kecerdasan buatan (AI), Roy Suryo, memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, beserta jajarannya.
Ia menilai, kementerian ini telah menunjukkan kinerja lebih baik dibanding Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di periode sebelumnya.
"Saya memberikan apresiasi kepada Menkomdigi Meutya Viada Hafid (MVH) beserta Wakil Menteri Nezar Patria (NP) dan Angga Raka Prabowo (ARP). Meski ARP masih belum terlalu menonjol dibanding NP, trio punggawa di Kantor Kementerian Merdeka Barat ini telah memberikan secercah harapan bagi masyarakat," kata Roy Suryo, Minggu (2/2/2025).
Roy menilai, dalam 100 hari kerja Kabinet Merah Putih, kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menunjukkan hasil nyata, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
"Banyak yang menunggu gebrakan nyata dari kementerian yang kini menyandang kata ‘digital’. Terlebih, dalam visi Presiden Prabowo di Asta Cita, percepatan transformasi digital menjadi fokus utama untuk mendukung kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan pengembangan SDM unggul. Ini harus dijabarkan dalam misi yang nyata," jelasnya.
Roy mengaku optimistis bahwa Komdigi dapat bekerja lebih baik dibandingkan Kominfo di era sebelumnya, yang dipimpin Budi Arie Setiadi.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pembuktian melalui kerja nyata.
"Saya tetap optimis Komdigi saat ini akan lebih baik dibanding Kominfo sebelumnya. Namun, janji-janji dalam Asta Cita Presiden harus dibuktikan dengan aksi nyata, bukan sekadar omong kosong," tegas Roy.
Ia juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam ekonomi digital, dengan Gross Merchandise Value (GMV) yang mencapai USD90 miliar pada 2024.
"Potensi besar ekonomi digital Indonesia harus bisa membawa kita menjadi pemain utama di Asia Tenggara. Itu harus diwujudkan dengan strategi dan kebijakan konkret," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










