Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 130 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 2 Menemukan Arti yang Ditandai Khusus

AKURAT.CO Pada halaman 130 buku Bahasa Indonesia kelas 9 Kurikulum Merdeka, siswa diminta untuk menemukan arti kata yang ditandai khusus dalam teks "Smong, Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana".
Pada buku Bahasa Indonesia kelas 9 Kurikulum Merdeka, kegiatan ini bertujuan untuk melatih pemahaman kosakata dan kemampuan siswa dalam menginterpretasikan makna kata dalam konteks yang tepat.
Lebih lanjut, berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 130 Kurikulum Merdeka.
Langkah-langkah dalam Kegiatan
1. Baca Teks "Smong": Siswa harus membaca teks dengan seksama untuk menemukan kata-kata yang ditandai.
2. Identifikasi Kata yang Ditandai: Catat semua kata yang diberi penanda khusus dalam teks.
3. Temukan Arti Kata: Gunakan kamus atau sumber lain untuk mencari arti dari kata-kata tersebut.
4. Diskusikan dengan Teman: Setelah menemukan arti, siswa dapat berdiskusi dengan teman sekelas untuk membandingkan jawaban dan memperdalam pemahaman.
Baca Juga: Formulir C.HASIL Diduga Dimanipulasi, MK Diminta Usut Tuntas Sengketa Pilkada Deiyai
Contoh Kata dan Arti
Berikut adalah beberapa contoh kata yang mungkin ditandai dalam teks beserta artinya:
| Kata yang Ditandai | Arti |
|---|---|
| Smong | Sebuah lagu yang menjadi kearifan lokal masyarakat Simeulue |
| Mitigasi | Upaya untuk mengurangi dampak bencana |
| Kearifan Lokal | Pengetahuan atau kebijaksanaan yang berasal dari budaya setempat |
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 130
Setelah menyelesaikan kegiatan, berikut adalah beberapa kunci jawaban yang dapat digunakan sebagai referensi:
1. Apa tujuan Muhammad Riswan menciptakan lagu Smong?
Tujuan Muhammad Riswan menciptakan lagu Smong adalah untuk memberikan peringatan kepada masyarakat tentang bahaya tsunami dan pentingnya mitigasi bencana.
2. Bagaimana cara masyarakat Simeulue menjadikan smong sebagai bagian dari hidup sehari-hari?
Masyarakat Simeulue menjadikan smong sebagai bagian dari hidup sehari-hari dengan mengajarkan lagu tersebut kepada generasi muda sebagai bentuk pendidikan bencana.
3. Mengapa masyarakat dunia tertarik pada smong sebagai salah satu cara mitigasi bencana?
Masyarakat dunia tertarik pada smong karena merupakan contoh kearifan lokal yang efektif dalam mitigasi bencana, menunjukkan bagaimana budaya dapat berkontribusi pada keselamatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









