Samsung Galaxy S26 Dikabarkan Kembali Gunakan Chip Exynos, Tinggalkan Qualcomm

AKURAT.CO Samsung dikabarkan akan menghadirkan seri Galaxy S25 pada kuartal pertama tahun 2024. Namun, perhatian mulai beralih ke penerusnya, Galaxy S26, yang kabarnya akan membawa perubahan besar.
Menurut pembocor @Jukanlosreve, seri Galaxy S26 diperkirakan akan kembali menggunakan chip Exynos, mengurangi ketergantungan Samsung pada Qualcomm untuk ponsel flagship-nya. Chip Exynos 2600 disebut-sebut akan menjadi andalan seri Galaxy S26.
Chip ini diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah yang sebelumnya muncul pada Exynos 2500. Jika benar, langkah ini menjadi upaya Samsung untuk lebih mandiri secara teknologi sekaligus memangkas biaya produksi yang selama ini bergantung pada chip Snapdragon.
Seri Galaxy S25 yang akan segera diluncurkan tetap menggunakan chip Snapdragon 8 Elite. Peralihan dari Exynos ke Snapdragon untuk seri ini dipicu oleh kendala produksi pada Exynos 2500, sehingga chip tersebut hanya digunakan untuk perangkat kelas menengah seperti Galaxy Z Flip7 dan Flip FE.
Namun, Samsung optimis dengan pengembangan Exynos 2600. Jika chip ini berhasil, Samsung dapat memperkuat dominasinya di pasar smartphone premium dan mengurangi ketergantungan pada Qualcomm.
Selain kabar soal chip, Galaxy S26 juga dikabarkan akan mengalami perubahan nama. Model dasar S26 mungkin dihapus, sementara Galaxy S26 Ultra bisa berganti nama menjadi Galaxy S26 Note.
Sementara itu, Galaxy S26+ kemungkinan akan dinamai Galaxy S26 Pro. Meski demikian, informasi ini masih berupa spekulasi dan belum dikonfirmasi oleh Samsung.
Dikutip dari Gizchina.com, Selasa (17/12/2024), Samsung tampaknya ingin meningkatkan kemandirian teknologinya dengan kembali menggunakan chip Exynos.
Jika rumor ini terbukti, Galaxy S26 akan menjadi langkah penting bagi Samsung untuk mengokohkan posisi sebagai produsen teknologi yang lebih mandiri.
Hingga saat ini, fokus utama tetap pada peluncuran seri Galaxy S25 yang sudah dinanti-nantikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








