Telegram Gunakan AI untuk Hapus 15 Juta Grup dan Saluran Berbahaya di 2024

AKURAT.CO Telegram, salah satu platform pesan instan, menghadapi tekanan besar untuk meningkatkan keamanan dan kebersihan kontennya pada tahun 2024.
Tekanan ini meningkat setelah pendirinya, Pavel Durov, ditangkap di Prancis dan menghadapi tuntutan hukum terkait dugaan penyebaran konten berbahaya melalui platform tersebut.
Sebagai bagian dari upaya moderasi yang lebih tegas, Telegram mengumumkan pada September lalu bahwa pihaknya telah mengambil langkah besar untuk mengatasi masalah ini.
Hingga akhir tahun, mereka mengklaim telah berhasil menghapus lebih dari 15,4 juta grup dan saluran yang dianggap terlibat dalam penyebaran konten berbahaya seperti penipuan, ujaran kebencian dan aktivitas teroris.
Telegram menyebut pencapaian ini tidak lepas dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) mutakhir yang mendukung proses moderasi.
Dikutip dari Techcrunch.com, Selasa (17/12/2024), pengumuman ini juga menandai peluncuran halaman moderasi baru di platform Telegram.
Halaman ini bertujuan untuk memberikan transparansi dan komunikasi yang lebih baik kepada publik terkait upaya perusahaan dalam memberantas konten berbahaya.
Dalam unggahan melalui saluran resmi Telegram milik Durov, perusahaan menyebutkan adanya peningkatan signifikan dalam penegakan moderasi sejak penangkapan Durov pada Agustus 2024. Sementara itu, kasus hukum yang dihadapi Durov di Prancis masih berjalan.
Saat ini, ia dibebaskan dengan jaminan sebesar €5 juta (sekitar Rp82,5 miliar), meskipun masa depannya masih berada di bawah bayang-bayang tuntutan hukum tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









