Para ahli teknologi pendidikan yang bekerja sama dengan British Council menelaah literatur terkini dan berkonsultasi dengan berbagai orang untuk memahami pandangan mereka tentang subjek ini.
Senior Programme Manager English and School Education British Council, Buyung Sudrajat mengatakan AI dapat digambarkan sebagai sistem komputer yang meniru kecerdasan manusia dan dapat memahami bahasa manusia.
"Namun, AI memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda dan diperlukan definisi yang jelas," ujarnya dalam sesi wawancara terbatas secara online dengan British Council pada Selasa (3/9/2024).
Teknologi AI sendiri menurutnya dapat digunakan oleh siswa untuk belajar, digunakan oleh guru untuk membantu dalam kegiatan mengajar misalnya penilaian dan digunakan oleh staf admin untuk mengelola data siswam
Buyung menjelaskan para ahli di British Council dan Dr. Helen Crompton dari Research Institute of Digital Innovation in Learning di ODUGlobal meneliti 43 studi penelitian tentang topik ini. Mereka menemukan terdapat empat tantangan utama dalam penggunaan AI.
Pertama, teknologi tidak bekerja sebagaimana mestinya seperti adanya malfungsi. Kemudian, AI masih memiliki kemampuan yang terbatas, sehingga tidak 100 persen akurat. Ketiga, beberapa pelajar juga takut menggunakan AI.
Selanjutnya, penggunaan AI mungkin mencerminkan bias tentang penggunaan bahasa yang 'tepat' dan banyak yang masih dalam proses pengembangan.
"Karena ELT adalah disiplin ilmu yang paling umum untuk penggunaan AI dalam pendidikan, guru bahasa Inggris harus mengembangkan keterampilan literasi AI mereka. Guru juga harus mengembangkan literasi AI pelajar sehingga mereka dapat memahami keterbatasan dan risikonya," sebut Buyung.
Para ahli menurutnya harus berpikir hati-hati tentang model AI mana yang akan digunakan, karena model mungkin tidak mencakup semua jenis bahasa Inggris. Ia menegaskan perlunya aturan yang jelas tentang privasi data dan pernyataan etika untuk AI dalam ELT.
"Penelitian di masa mendatang harus mencakup lebih banyak geografi dan kelompok pelajar. Kita memerlukan lebih banyak penelitian tentang bagaimana AI dapat membantu mengembangkan keterampilan reseptif, khususnya mendengarkan," pungkasnya.