Akurat

Pendiri Telegram Pavel Durov Ditahan, Picu Ketegangan antara Prancis dan Rusia

Petrus C. Vianney | 27 Agustus 2024, 21:59 WIB
Pendiri Telegram Pavel Durov Ditahan, Picu Ketegangan antara Prancis dan Rusia

AKURAT.CO Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, ditahan di Prancis, memicu ketegangan baru antara Prancis dan Rusia. Penahanan ini dilaporkan diperpanjang pada Minggu (25/8/2024) malam.

Telegram, yang dominan di negara-negara bekas Uni Soviet, sering digunakan oleh Rusia dan Ukraina untuk menyebarkan informasi terkait konflik.

Baca Juga: Pavel Durov Ditangkap, Telegram Tunggu Klarifikasi Resmi dari Otoritas Prancis

Media juga berspekulasi bahwa Durov dapat menjadi aset berharga bagi intelijen Barat yang ingin mengakses pesan terenkripsi di Telegram.

Penahanan Durov dilakukan di Bandara Le Bourget pada Sabtu (24/8/2024) malam, ketika dia hendak meninggalkan pesawat pribadinya yang diduga berasal dari Azerbaijan.

Pria berusia 39 tahun kelahiran Rusia ini juga memiliki kewarganegaraan Prancis dan dilaporkan masuk dalam daftar buronan Prancis.

Dikutip dari Sputniknews.com, Selasa (27/8/2024), pengadilan Prancis menuduh Durov terlibat dalam sejumlah kejahatan, termasuk penolakan Telegram untuk bekerja sama dengan otoritas setempat.

Tuduhan yang mungkin dikenakan padanya termasuk terorisme, perdagangan narkoba, penipuan dan pencucian uang. Kedutaan Besar Rusia di Prancis menyatakan bahwa otoritas Prancis sejauh ini menolak bekerja sama terkait penahanan Durov.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.