Akurat

Grok-2 Beta Hadir dengan Fitur Pembuat Gambar AI

Petrus C. Vianney | 15 Agustus 2024, 22:03 WIB
Grok-2 Beta Hadir dengan Fitur Pembuat Gambar AI

AKURAT.CO Grok-2, chatbot AI yang terintegrasi di platform X milik Elon Musk, kini tersedia dalam versi beta dengan fitur baru berupa generator gambar AI Flux.

Grok-2 merupakan versi terbaru dari chatbot AI yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Twitter. Kini, pengguna yang berlangganan X Premium dan Premium+ dapat mengakses Grok-2 dan Grok-2 Mini.

Grok-2 Mini diklaim sebagai model yang lebih kecil namun tetap memberikan keseimbangan antara kecepatan dan kualitas jawaban. Menurut xAI, Grok-2 dikembangkan bersama startup Black Forest Labs, yang menyertakan model FLUX.1 untuk menciptakan gambar berbasis AI.

Pengguna berbayar yang telah mencoba versi beta ini menemukan bahwa Grok-2 mampu menghasilkan gambar realistis, yang memicu kekhawatiran terkait hak cipta di kalangan seniman.

Beberapa pengguna awal telah membagikan hasil kreasi mereka di platform X, termasuk meme yang dihasilkan oleh Grok-2.

Dikutip dari Sea.mashable.com, Kamis (15/8/2024), xAI menyatakan bahwa Grok-2 telah diuji di papan peringkat LMSYS untuk model bahasa besar dan disebut-sebut melebihi performa Claude 3.5 Sonnet dan GPT-4-Turbo.

Grok pertama kali diluncurkan pada Desember 2023, beberapa bulan setelah Elon Musk memperkenalkan xAI pada Juli 2023. Namun, chatbot ini sempat menuai kontroversi, salah satunya saat menghasilkan berita palsu pada April yang menyatakan Iran menyerang Tel Aviv.

Selain itu, pada Juli lalu, pengguna menemukan bahwa X menggunakan postingan mereka untuk melatih Grok, meski mereka bisa memilih untuk tidak berpartisipasi.

Fitur seperti Grok ini dihadirkan untuk menarik pengguna berlangganan paket Premium+ seharga Rp 250 ribuan per bulan atau paket Premium Rp 125 ribuan per bulan.

Di bawah kepemimpinan Musk, pertumbuhan pengguna X terhenti, yang diduga disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk disinformasi, ujaran kebencian, teori konspirasi dan dukungan politik Musk yang kontroversial.

Selain itu, X juga menghadapi tantangan berupa boikot iklan dan berbagai tuntutan hukum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.