Akurat

SpaceX Dipatok Valuasi Rp13,3 Triliun, Rencana IPO 2026 Makin Menguat

Petrus C. Vianney | 15 Desember 2025, 06:38 WIB
SpaceX Dipatok Valuasi Rp13,3 Triliun, Rencana IPO 2026 Makin Menguat

AKURAT.CO SpaceX menetapkan valuasi sekitar $800 miliar (sekitar Rp13,3 triliun) melalui penjualan saham internal terbaru. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat menuju rencana penawaran umum perdana atau IPO pada 2026.

Penjualan saham tersebut menilai SpaceX sebagai salah satu perusahaan tertutup paling bernilai di dunia. Jika IPO terealisasi, penawaran ini berpotensi menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal.

Dalam memo internal perusahaan, SpaceX menyebut IPO disiapkan untuk mendanai ekspansi besar-besaran. Fokus utamanya mencakup peningkatan peluncuran roket Starship dan proyek ambisius di luar angkasa.

Selain itu, dana IPO juga direncanakan untuk pengembangan pusat data kecerdasan buatan di orbit. SpaceX bahkan menyinggung rencana jangka panjang pembangunan pangkalan di bulan.

Baca Juga: SpaceX Luncurkan 3 Wahana Cuaca Antariksa Bersama Misi IMAP NASA

Harga saham pada penawaran sekunder terbaru ditetapkan sebesar $421 (sekitar Rp7 jutaan) per lembar. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan harga $212 (sekitar Rp3,5 jutaan) pada Juli lalu.)

Lonjakan harga saham tersebut mencerminkan kenaikan valuasi dari $400 miliar (sekitar Rp6,6 triliun) menjadi sekitar $800 miliar (sekitar Rp13,3 triliun). Pencapaian ini melampaui rekor valuasi perusahaan swasta sebelumnya.

Meski begitu, manajemen menegaskan rencana IPO masih bersifat tidak pasti. Waktu pelaksanaan dan valuasi akhir dapat berubah sesuai kondisi pasar dan strategi perusahaan, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Sabtu (13/12/2025).

Di sisi operasional, SpaceX terus mendominasi industri antariksa global. Perusahaan juga memimpin layanan internet orbit rendah melalui Starlink yang kini melayani jutaan pengguna di seluruh dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.