Akurat

Disinggung BSSN dalam Peretasan PDNS, dari Mana Asal Ransomware Brain Cipher?

Leo Farhan | 26 Juni 2024, 17:53 WIB
Disinggung BSSN dalam Peretasan PDNS, dari Mana Asal Ransomware Brain Cipher?

AKURAT.CO Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam konferensi pers tentang perkembangan penanganan gangguan server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (24/6/2024) lalu menyatakan bahwa gangguan sistem PDNS memang disebabkan oleh ransomware.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha menegaskan bahwa pihaknya sudah memperkirakan hal itu. "Ransomware yang menyerang PDN ini adalah Brain Cipher yang merupakan varian dari ransomware terkenal Lockbit 3.0," ujarnya saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (25/6/2024).

Lockbit sendiri merupakan sebuah geng peretas yang menggunakan ransomware untuk mendapatkan keuntungan finansial. Pratama menjelaskan geng ini mulai beroperasi sejak tahun 2019 dan sangat aktif pada tahun 2022 setelah geng ransomware Conti berhasil ditutup.

Pada tahun 2023, Lockbit merupakan ransomware terbanyak yang menyerang berbagai target di seluruh dunia. Total sebanyak 1047 serangan ransomware yang sukses dilancarkan oleh Lockbit sepanjang tahun 2023.

Negara yang paling banyak menjadi korban lockbit adalah Amerika Serikat dengan jumlah serangan Lokcbit sebanyak 400 serangan, Inggris dengan 58 serangan serta Perancis dengan 51 serangan.

Pratama menyatakan Brain Cipher sendiri merupakan sebuah geng ransomware yang baru muncul pada tahun ini. ''Belum diketahui secara pasti berasal dari mana geng ransomware tersebut. Penemuan data dan fakta terkait Brain Cipher sendiri baru pertama kali diumumkan oleh Broadcom/Symantec pada tanggal 16 Juni 2024, hanya beberapa hari sebelum menyerang sistem PDN," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.