Akurat

HEBOH Orang Meninggal Dapat Hidup Kembali di China, Segini Biaya yang Dibutuhkan

Sulthony Hasanuddin | 13 Mei 2024, 17:53 WIB
HEBOH Orang Meninggal Dapat Hidup Kembali di China, Segini Biaya yang Dibutuhkan

AKURAT.CO Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di China mengembangkan sebuah tren baru yang dapat menghidupkan kembali orang meninggal.

Tidak sedikit dari warga China yang membeli avatar AI orang meninggal untuk membantu proses kesedihan mereka.

Dikutip dari The Week, pendiri SenseTime, Tang Xiao'ou mengumumkan layanan dari 'luar kubur' sebagai tiruan digital di China.

Baca Juga: MTI Desak Polisi Perkarakan Perusahaan Bus yang Tidak Tertib Administrasi

Layanan AI itu dilatih menggunakan program pembelajaran mesin model bahasa besar atau large language model machine learning programme lewat klip video dan audio Tang.

Harga yang ditawarkan pun terbilang cukup murah, hanya dengan 20 yuan sekitar Rp40 ribu orang dapat membuat avatar AI bergerak dari mereka yang dicintai.

Walaupun dinilai masih belum sempurna karena teknologi avatar ini masih kaku dan terlihat layaknya robot.

Namun, teknologi AI ini semakin matang dan memiliki banyak pilihat alat yang tersedia melalui lebih banyak perusahaan.

Baca Juga: Pasukan Israel Tingkatkan Serangan terhadap Kamp Jabalia dan Rafah di Jalur Gaza

Ketika avatar AI terlihat semakin hidup dan memberikan lebih sedikit jawaban di luar karakter, maka lebih mudah bagi pengguna untuk memperlakukan mereka layaknya anggota keluarga yang telah lebih dahulu pergi.

Salah satu dari banyaknya pengguna avatar AI ini adalah penyanyi Taiwan, Bao Xiaobai.

Baca Juga: Perpanjang Rekor Kemenangan Bayer Leverkusen, Xabi Alonso: Kami Siap Menjadi Tim Pertama yang Memainkan Musim dengan Tak Terkalahkan di Bundesliga

Penyanyi yang disapa Shine itu diketahui menghidupkan kembali putrinya yang meninggal pada tahun 2022 di usia 22 tahun.

Sang penyanyi dilaporkan menghabiskan lebih dari satu tahun ekspersimen sebelum membuat video putrinya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk dirinya.

Dia menyebut AI sebagai alat untuk mengunkapkan kerinduan, cara untuk mengungkapkan rasa rindu pada seseorang.

Baca Juga: Hasto Ingatkan Prabowo, UU Kementerian Negara Bukan untuk Akomodasi Kekuatan Politik

Avatar AI sendiri sudah menjadi bisnis besar di China dengan nilai hingga 12 miliar yuan atau setara Rp26 triliun pada tahun 2022.

Bisnis tersebut diperkirakan akan meningkat hingga empat kali lipat pada tahun 2025.

Meski begitu, tren AI menimbulkan sejumlah pertanyaan dari segi etika dan hukum.

Baca Juga: Lawan Persija Jakarta di Training Center tanpa Penonton, Bali United tak Patah Semangat

Seperti para pengguna di media sosial yang menyebarkan rekaman lama penyanyi Qiao Renliang yang meninggaln karena bunuh diri pada tahun 2016 demi membuat konten baru yang dibintanginya.

Dalam salah satu video, tiruan AI dari Qiao berkata "Sebenarnya, saya tidak pernah benar-benar pergi."

Orang tua Qiao lantas menanggapi video tersebut dibuat tanpa persetujuan keluarga dan pengacara mengatakan konten semacam itu harus dilarang jika mengganggu mental almarhum.

Baca Juga: Sinopsis Film Dilan Wo Ai Ni 1983, Kisah Cinta Monyet Anak Sekolah Tayang Juni 2024!

Selain itu, tidak sedikit juga yang mempertanyakan apakah berinteraksi dengan replika AI orang meninggal adalah cara yang sehat untuk memproses kesedihan seseorang.

Sebuah studi di Universitas Cambrige menunjukkan bahwa teknologi chatbot yang menawarkan layanan tersebut memiliki bahaya psikologi bagi para penggunananya.

Baca Juga: Klasemen MotoGP: Jorge Martin Semakin Konsisten di Puncak, Ungguli Bagnaia dan Marquez

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.