Waduh! Apple Hapus WhatsApp dan Threads dari App Store China

AKURAT.CO Apple telah mengambil langkah untuk menghapus dua aplikasi populer, yaitu WhatsApp oleh Meta dan Threads, dari App Store di China setelah menerima instruksi dari pihak berwenang di China.
Tindakan ini terjadi setelah pihak berwenang China mengutip alasan keamanan nasional sebagai dasar untuk menghapus aplikasi tersebut.
Langkah ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China dalam hal perdagangan, teknologi dan keamanan nasional.
Amerika Serikat sebelumnya telah mengancam akan melarang aplikasi seperti TikTok karena alasan keamanan nasional. Meskipun TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Cina ByteDance, populer di Amerika Serikat, aplikasi seperti WhatsApp dan Threads tidak begitu umum digunakan di China.
Di China, dominasi aplikasi pesan seperti WeChat, yang dimiliki oleh perusahaan Cina Tencent, masih kuat.
Meskipun demikian, aplikasi Meta lainnya seperti Facebook, Instagram dan Messenger masih tersedia untuk diunduh, meskipun akses ke aplikasi asing telah dibatasi di China oleh 'Great Firewall' yang memblokir akses ke situs web asing seperti Google dan Facebook.
"Administrasi Cyberspace Cina memerintahkan penghapusan aplikasi ini dari etalase Cina berdasarkan masalah keamanan nasional mereka," ujar Apple, dikutip dari Apnews.com, Senin (22/4/2024).
Baca Juga: WhatsApp Terbaru Untuk MacOS Sekarang Tersedia Di Mac App Store
Seorang juru bicara untuk Meta hanya mengarahkan pertanyaan kepada Apple untuk komentar lebih lanjut.
Apple, yang sebelumnya memegang posisi teratas sebagai produsen ponsel pintar terbesar di dunia, telah kehilangan pangsa pasarnya kepada pesaingnya, Samsung Electronics dari Korea.
Perusahaan AS ini juga mengalami penurunan penjualan di China, salah satu dari tiga pasar terbesarnya, setelah pemerintah Cina dan perusahaan-perusahaan milik negara melarang penggunaan perangkat Apple oleh karyawan mereka.
Apple telah mencoba untuk mendiversifikasi basis manufakturnya di luar China.
CEO Apple, Tim Cook, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Asia Tenggara, mengunjungi Hanoi, Jakarta dan Singapura. Selama kunjungannya di Singapura, Cook bertemu dengan wakil perdana menteri Lawrence Wong untuk membahas kemitraan antara Singapura dan Apple, serta komitmen Apple untuk terus berbisnis di Singapura.
Apple juga berjanji untuk menginvestasikan lebih dari $250 juta untuk memperluas kampusnya di Singapura.
Pada kunjungan sebelumnya, Cook bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh di Hanoi, di mana dia berjanji untuk meningkatkan pengeluaran untuk pemasok Vietnam.
Di Indonesia, Cook bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di mana dia mencatat keinginan Widodo untuk mempromosikan manufaktur di negaranya, sesuatu yang menjadi perhatian Apple.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









